Nenek Tiga Cucu Nekad Jual Pil Koplo

BARANG BUKTI : Rusmiati bersama barang bukti pil biru (obat keras) yang berhasil diamankan.

KEPANJEN – Gara-gara bisnis sampingan, seorang nenek tiga cucu, harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak awal pekan lalu. Rusmiati, warga Jalan Melati, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen ini ditahan setelah bisnis sampingannya berjualan obat keras tercium polisi.
Wanita berusia 47 tahun ini, diringkus Satuan Reskoba Polres Malang di warung kopi miliknya di Pasar Kepanjen. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan 705 butir pil biru (obat keras) merek ZP, serta satu tik berisi 10 butir pil koplo jenis dobel L, yang disembunyikan dalam laci meja.
Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu, mengatakan penangkapan Rusmiati, ibu delapan anak ini, bermula dari informasi warga yang memberitahu polisi kalau Rusmiati, mengedarkan obat keras. Berdasarkan  informasi tersebut, petugas lalu melakukan penyelidikan. Setelah benar Rusmiatu mengedarkan obat keras, petugas langsung menangkapnya.
“Dia (Rusmiati, red) ini kami jerat dengan undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara,” ungkapnya..
Sementara itu, Rusmiati mengatakan kalau pil biru tersebut dibeli dari seorang pemuda bernama Andi, asal Blitar. Dia membeli sebotol berisi 500 butir seharga Rp 350 ribu. Rusmiati menyatakan sudah empat kali membeli, sejak bulan Maret lalu. Kemudian dijual lagi per bungkus berisi 10 butir seharga Rp 15 ribu.
“Saya kenal dengan Andik itu, ketika berkunjung ke rumah orang tua di Blitar. Saat itu saya ditawari dan langsung mau saja,” tutur Rusmiati.
Alasan dia nekat menjadi pengedar pil koplo tersebut, setelah banyak pemuda yang membeli kopi di warungnya kerap ngobrol soal pil koplo. “Dari situlah, begitu ditawari pil biru, saya langsung mau saja. Setiap harinya, biasanya saya menjual antara 5 – 10 bungkus. Pembelinya tidak ada yang anak pelajar, semuanya anak dewasa dan rata-rata anak jalanan,” terangnya.(agp/aim)