Garong Toko Bangunan Diringkus

DIGIRING: Tersangka Siujang Ngatawi, di Mapolres Malang.

PAKIS – Pelaku pencurian dalam toko di Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis yang selama sepekan ini meresahkan warga, berhasil dibekuk petugas Buser Polres Malang, akhir pekan lalu. Tersangkanya adalah Siujang Ngatawi, 31 tahun, warga Jalan Sidomuncul, desa setempat. Dia dibekuk di rumahnya setelah petugas mendapat petunjuk dan bukti-bukti yang cukup kuat.
Dari tangan bapak satu anak ini, petugas hanya mengamankan barang bukti sebuah obeng yang digunakan alat untuk mencongkel. Sedangkan barang-barang hasil pencurian, oleh tersangka sudah dijual ke orang lain.
“Untuk barang bukti yang lain masih diselidiki. Selain itu, juga masih dikembangkan apakah ada pelaku dan TKP pencurian lainnya,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Menurut Soleh, penangkapan Siujang Ngatawi ini, bermula dari laporan pencurian yang terjadi di toko bangunan Sinar Jaya, Desa Bunutwetan pada 2 Oktober lalu. Saat itu tersangka yang beraksi seorang diri dengan modus mencongkel pintu belakang ini, berhasil menggondol sebuah pompa air.
Kemudian dari pengembangan penyidikan, diketahui ada dua TKP pencurian lainnya yang dilakukan oleh tersangka. Yaitu di toko bangunan milik Zaini, pada 28 September. Di toko ini, Siujang berhasil membawa kabur mesin gerinda, mesin pemotong keramik, bor listrik, alat pasrah listrik sebanyak dua kardus serta pisau pasrah sebanyak dua kardus.
“Untuk hasil pencurian di toko milik Zaini itu, barang-barang sudah saya jual ke seseorang di Sawojajar sebesar Rp 5 juta,” ujar Siujang.
Selanjutnya yang kedua pada 30 September mencuri di toko bangunan milik Fauzi, juga di Desa Bunutwetan. Dari aksinya ini, tersangka hanya mendapatkan beberapa peralatan tukang serta uang recehan. Modus operandi yang dilakukan di toko milik Zaini dan Fauzi, sama yaitu dengan cara menjebol atap.
“Saya mencuri itu karena kepepet harus membayar utang ke Koperasi setiap bulannya sekitar Rp 2,3 juta. Utang tersebut, setelah sebelumnya saya ditipu oleh teman disuruh membeli truk untuk muat materialan,” tuturnya.(agp/aim)