Bekuk Tiga Pemakai SS

TERTANGKAP: Tiga tersangka SS yang ditangkap ditunjukkan dengan barang buktinya.

MALANG - Satreskoba Polres Malang Kota kembali menangkap tiga pemakai SS. Kali pertama, polisi membekuk Kresna, 23 tahun, warga Jalan Gajayana gang I Malang ketika baru saja membeli satu klip SS di Jalan Tangkuban Perahu Malang. “Dia merupakan pegawai salah satu tempat karaoke di Malang. Tersangka dibekuk karena informasi dari masyarakat yang mengatakan ada transaksi di dekat Diva Karaoke,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kemarin.
Kepada petugas, Kresna yang kos di Jalan Kebalen Malang ini mengaku membeli SS tersebut seharga Rp 500.000 dari Dalbo, temannya yang berusia 28 tahun, warga Jalan Cempaka Putih Malang. “Khusus tersangka kedua ini, ditangkap di dalam mobil ketika hendak pulang ke rumahnya, tiga jam kemudian,” lanjut dia.
Dari tangannya, ikut disita dua klip SS. Menurut mantan Kapolsek Wajak ini, polisi tidak hanya puas dengan menangkap kedua tersangka tersebut. Seketika, Edo alias Edward, 26 tahun, warga Jalan Tidar Utara I Malang ikut diamankan.
Namanya muncul setelah polisi memeriksa Dalbo terkait asal SS yang disimpannya. “Khusus tersangka ini, petugas berhasil menyita 0,5 gram SS. Menurut pengakuan ED (Edo), dia membeli satu gram SS dari salah seorang temannya asal luar kota Malang dengan harga Rp 2,35 juta,” papar Dwiko.
SS itu lantas dibaginya menjadi dua. Satu klip berukuran kecil dijualnya kepada Dalbo sebesar Rp 900.000, sedangkan satu klip berukuran besar dipakainya sendiri. “KD (Dalbo) pernah dipenjara dalam kasus yang sama tahun 2008 lalu di Surabaya Timur dan dihukum selama satu tahun,” pungkasnya.
Sementara itu, aksi perampokan perhiasan kembali terulang. Senin (7/10) sekitar pukul 05.30, dua perampok bersenjata celurit beraksi di salah satu warung Jalan Ki Ageng Gribig X Malang. Pelaku yang berusia sekitar 30 tahun ini, merampas kalung emas seberat 13 gram milik Sumiati, 68 tahun, pemilik warung dan gelang emas seberat 14.5 gram milik seorang pengunjung warung. Kedua korban tidak berani berteriak karena pelaku mengancam akan membunuh. Kasus ini sendiri, hingga kemarin masih diselidiki unit Reskrim Polsekta Kedungkandang. (mar)