Oknum Polisi Terlibat Jaringan SS

Anggota Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya berhasil  membongkar jaringan peredaran Sabu-Sabu (SS) yang biasa bertransaksi di jalur Surabaya-Malang. Yang mengagetkan, seorang anggota Satuan Sabhara Polres Batu, Aiptu Liskurahman, ikut dibekuk di tempat tinggalnya, Aspol Jalan Kelud Malang, dini hari kemarin. Polisi yang menangkapnya, mengamankan satu alat isap yang masih berisi sisa SS dan beberapa bong. Bahkan, buntut dari penangkapan Liskurahman ini, secara mendadak beberapa anggota Polres Malang Kota yang berdinas di lapangan, diwajibkan menjalani tes urin, kemarin pagi.
Informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap bintara senior tersebut, setelah tim khusus narkoba Polrestabes Surabaya menangkap seorang tersangka peredaran SS di Surabaya, bernama Sugeng, Kamis (10/10). Kepada petugas, dia mengaku mendapatkan SS tersebut dari Wahyu, 23 tahun, warga Malang. Tanpa menunggu waktu, beberapa petugas meluncur ke Malang, dan berhasil menangkap Wahyu yang sedang berada di Hotel Kartika Graha dengan barang bukti 0,67 gram SS.
“Wahyu yang diperiksa, akhirnya mengaku membeli SS dari Liskurahman. Anggota kemudian menggerebek oknum ini di kediamannya, Aspol Kelud dini hari tadi (kemarin). Ketika digeledah, ditemukan pula alat bukti sisa SS dan beberapa bong,” ungkap sumber Malang Post di Polrestabes Surabaya. Menurut dia, untuk kepentingan pengungkapan jaringan narkoba ini, penyidikan Wahyu dan Liskurahman dilimpahkan ke Unit 1 Satreskoba Polres Malang Kota.
“Biar efektif karena nama Liskurahman tidak hanya dicatut oleh pembeli asal Surabaya, namun beberapa tersangka narkoba yang sekarang ditahan di Polres Malang Kota, juga mengaku membeli dari oknum ini,” lanjut sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya tersebut. Data yang didapat Malang Post, polisi yang pernah berdinas di Polsekta Klojen, Polwil Malang dan Polresta Malang ini, memiliki track record yang cukup tinggi dalam dunia narkoba SS.
Beberapa tersangka yang pernah membeli SS dari bapak satu anak tersebut, yakni Alex Siswanto alias Sung Sung Sam, 35 tahun, warga Jalan Arjuno Malang. Residivis narkoba ini ditangkap karena kepemilikan 5 gram SS senilai Rp 6,750 juta beberapa waktu lalu. Selain Sung Sung Sam, tersangka Ricky asal Janti dan tersangka Amel, seorang bidan yang tinggal di kawasan Plaosan, juga menjadi ‘pasiennya’.
Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Maryono mengaku pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kedua tersangka tersebut. “Masih diperiksa secara intensif karena kita berpegangan pada azas praduga tidak bersalah,” ujarnya didampingi Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH. Menurut mantan Kasubbag Ops Polres Malang Kota itu, penyidik akan meminta bantuan Polres Batu, untuk keperluan penambahan data dan informasi bila dibutuhkan.
Sementara itu Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto, SIK, M.Hum membenarkan pihaknya menerima limpahan dua berkas perkara SS dari Polrestabes Surabaya kemarin pagi. Secara administrasi penyidikan dan legalitasnya, menurut dia, sudah lengkap dan tinggal proses penyidikan. Namun, mantan Kapolres Trenggalek ini membantah bila tes urin yang dilakukan secara mendadak kemarin pagi merupakan buntut dari penangkapan Liskurahman. “Tes urin itu hal rutinitas saja kok,” terangnya.
Sementara itu Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo membenarkan jika Aiptu Liskurahman adalah anggotanya. Malahan juga mengakui bahwa  anggota Polres Batu tersebut ditangkap karena kasus narkoba. ‘’Dia adalah anggota Sabhara dan kini bertugas sebagai penjaga tahanan,’’ ungkap Windiyanto kepada Malang Post.
Menurutnya, Liskurahman adalah pelaku lama di dunia narkoba. Pria yang tinggal di asrama Polisi kelud Kota Malang itu pernah menjalani sidang kumplin (hukuman disiplin) sekitar tahun 2003 lalu. Saat itu dia belum menjadi anggota Polres batu, melainkan masih berdinas di Polwil Malang.
‘’Pembinaan terus dilakukan. Bahkan tahun 2003 lalu, dia sudah menjalani hukuman disiplin sebagai bentuk pembinaan. Informasi yang saya dapatkan, dia sudah sembuh dan meinggalkan dunia narkoba. Namun saya tidak tahu mengapa kambuh lagi dan sekarang ditangkap petugas Poltabes Surabaya hasil pengembangan kasus yang ada,’’ tambah pengganti AKBP Sumartono ini.
Windi tetap mendukung upaya hukum yang sedang dilakukan untuk anggotanya tersebut. Upaya hukum tersebut tentunya sudah melakukan sudah sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di Kepolisian. ‘’Untuk anggota yang lain, kami mengharapkan tidak main-main dengan kasus seperti ini,’’ tegas dia. (mar/feb/nug)