ABG Jambret Jalanan Kepanjen Diringkus

KEPANJEN – Satu dari dua pelaku jambret yang beraksi di wilayah Kecamatan Kepanjen, berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Kepanjen, Jumat lalu. Pelakunya adalah anak baru gede (ABG), yaitu Dwi Prasetyo, warga Dusun Jatiroto, Desa Slorok, Doko – Blitar.
Pemuda berusia 18 tahun ini, ditangkap setelah menjambret tas berisi HP Samsung, uang Rp 200 ribu serta beberapa surat penting milik Ianatul Sulfiah, 24 tahun, warga Dusun Sumbertaman, Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran. Dia diamankan saat bersembunyi di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Ngajum.
Sedangkan seorang temannya berinisial AD, warga Blitar, kemarin masih diburu petugas. Barang bukti yang diamankan sendiri yaitu satu unit sepeda motor Honda Beat yang dijadikan sarana beraksi.
“Dia (tersangka Dwi, red) ini, berhasil kami tangkap dari petunjuk sepeda motor Honda Beat milik tersangka yang ditinggalkan di jalan,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Aksi jambret yang dilakukan Dwi bersama temannya AD sendiri, terjadi Selasa (8/10) lalu di Jalan Raya Kedung Pedaringan, Kepanjen sekitar pukul 19.30. Malam itu, korban Ianatul Sulfiah, sedang berboncengan sepeda motor bersama suaminya berniat untuk pulang.
Ketika di jalan yang sepi, Dwi dan AD yang berboncengan motor dan membuntuti ini, lalu memepet motor korban. Begitu dekat, AD yang dibonceng langsung merampas tas yang selanjutnya kabur ke arah Gondanglegi. Korban dan suaminya yang sadar dijambret, lantas mengejar kedua tersangka.
Mungkin karena takut dikejar dan terjebak masuk di gang buntu, Dwi dan temannya lalu membuang motornya yang kemudian kabur. Korban yang menemukan sepeda motornya, lantas meminta tolong warga yang selanjutnya melaporkan ke polisi. Berdasarkan petunjuk sepeda motor itulah, polisi berhasil menangkap satu dari dua pelakunya.
“Saya baru sekali itu menjambret, itupun karena diajak oleh AD. Saya sendiri dengan AD, baru kenal sekitar sebulan lalu. Karena saya butuh uang untuk ongkos ke Surabaya kembali bekerja disebuah konveksi, saya mau saja ketika diajak menjambret,” tutur tersangka Dwi Prasetyo.(agp/aim)