Jalani Pemeriksaan Maraton

MALANG-  Penangkapan terhadap anggota Sabhara Polres Batu, Aiptu Liskurahman, tidak hanya berhenti begitu saja. Hingga kemarin, dia tetap menjalani pemeriksaan maraton di Satreskoba Polres Malang Kota. Selain untuk mengetahui berapa kali dia melakukan transaksi Sabu-Sabu (SS), penyidik juga berharap mendapat nama pemasoknya. Salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota mengatakan, jaringan narkoba yang melibatkan Lis, panggilan akrab tersangka ini merupakan jaringan yang sangat terkoordinir.
“Masih belum ada pengakuan yang jelas dari tersangka darimana dia mendapatkan SS itu. Namun, hasil penyelidikan mengarah pada jaringan narkoba yang ada di Dusun Klataan, Desa Dayurejo, Prigen, Pandaan,” tutur sumber ini. Menurut dia, jaringan SS Liskurarahman beda dengan pabrik SS yang digerebek aparat Satreskoba Polres Malang Kota di Perumahan Chandra Kartika Blok AE/16, Dusun Jati Tengah, Desa Mojo Tengah, Sukorejo, Pandaan.
“Jaringannya beda. Namun kalau ditelusuri lagi, pasti bandar besarnya asal Pandaan sama. Ini yang masih dipastikan oleh penyidik siapa orang di belakang Liskurahman ini,” ungkap pria yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya itu. Selain menjadi orang yang disebut-sebut sebagai pemasok SS untuk tersangka narkoba yang sudah ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang Kota, mantan anggota Polsekta Klojen ini diketahui juga sering menawarkan SS ke beberapa pengunjung tempat hiburan malam di Malang.
“Sebenarnya, namanya sudah berulangkali disebut oleh tersangka yang ditangkap. Termasuk daerah operasinya yang masuk tempat-tempat hiburan malam, juga sudah dalam pemantauan. Entah kenapa kok tidak dikembangkan waktu itu. Sekarang malah ditangkap Polrestabes Surabaya,” pungkas sumber ini. Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Maryono mengaku hingga kemarin pihaknya masih memeriksa saksi-saksi yang mengetahui sepak terjang Liskurahman tersebut.
Di bagian lain, Polres Batu tidak main-main dengan kasus yang menimpa salah satu anggotanya itu. Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Malang Kota. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Jika sudah jelas hukumnya, kami baru dapat mengambil tindakan seperti apakah seperti Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau tindakan lainnya. Supaya kejadian ini tidak dilakukan oleh anggota  lainnya,” tegas perwira dengan dua melati di pundaknya itu.
Menurutnya, perbuatan yang dilakukan penjaga ruang tahanan Polres Batu itu, sudah sangat mencoreng nama baik kepolisian dan membuat kepercayaan masyarakat terhadap polisi semakin menurun. “Kami juga turut andil dalam mendalami kasus yang menimpa anggota ini serta melakukan penyelidikan secara internal bagaimana latar belakang kehidupannya,“ tegas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Liskurahman  dibekuk di tempat tinggalnya, Aspol Jalan Kelud Malang oleh tim khusus Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya. Namanya dicatut oleh Wahyu, 23 tahun, warga Malang yang dibekuk di Hotel Kartika Graha dengan barang bukti 0,67 gram SS. (mar/mik)