Maba ITN Tewas di Goa Cina

Pelatihan Planologi mahasiswa baru (Maba) ITN Malang, di Pantai Goa Cina, Dusun Rowotratih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kemarin berakhir duka. Seorang mahasiswanya, Fikri Dolasmantya Surya, dinyatakan meninggal dunia. Korban, menghembuskan nafas terakhirnya usai mengikuti kegiatan olahraga dan survey pemetaan tanah.
Belum diketahui jelas, penyebab kematian pemuda berusia 20 tahun ini. Namun dugaan sementara, korban meninggal dunia karena kecapekan. Untuk memastikan penyebab sebenarnya, semalam jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan visum.
“Tidak ada bekas tanda penganiayaan di tubuhnya mas. Korban meninggal dunia mungkin karena kecapekan setelah berjalan kaki. Beberapa temannya, saat kami minta keterangan juga menyatakan kecapekan,” ungkap seorang petugas Polsek Sumbermanjing Wetan, yang berada di lokasi kejadian.
Informasi yang diperoleh Malang Post menyebutkan  pelatihan planologi Maba ITN Malang di Pantai Goa Cina diikuti oleh 228 mahasiswa dengan dua dosen pendamping. Salah satunya adalah Fikri, warga Jalan Sakura IV / 17 BTN Sweta Mataram – NTB ini. Pelatihan dimulai sejak Rabu (9/10) dan akan berakhir hari Minggu pagi ini.
Selama pelatihan, seluruh mahasiswa mengikuti beberapa kegiatan. Salah satunya adalah survey pemetaan tanah. Saat malam mereka tidur di bawah tenda. Dan Sabtu kemarin, sekitar pukul 11.00, Fikri bersama kelompoknya mengikuti kegiatan suvey pemetaan tanah dengan jalan kaki. Sebelumnya, pagi harinya terlebih dahulu melakukan olahraga bersama.
Ketika jalan kaki survey pemetaan tanah inilah, tanpa sebab tubuh Fikri langsung lemas dibarengi dengan muntah-muntah. Tak lama kemudian, korban yang bertubuh tambun inipun langsung tak sadarkan diri.
Teman-teman korban yang mengetahui lalu berusaha menolong. Namun karena sampai setengah jam Fikri tak kunjung sadarkan diri, dia lalu dilarikan ke Puskesmas Sitiarjo. Setiba di Puskesmas, oleh petugas medis korban dinyatakan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Ketika dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 12.30, kebetulan saya yang menangani. Dan korban memang sudah meninggal. Sebab selain matanya sudah tidak bergerak, denyut nadi dan detak jantungnya juga sudah berhenti. Selain korban yang meninggal, juga ada temannya yang sakit, tetapi sakitnya dehidrasi dan langsung dilakukan observasi,” jelas Ani, petugas medis di Puskesmas Sitiarjo, ketika dikonfirmasi via telepon.
Mendapat penjelasan petugas medis, teman korban yang mengantarkan tidak percaya. Mereka ngotot kalau korban hanya pingsan. Kemudian mereka meminta rujukan ke RS Bokor Turen dengan diantarkan petugas dari Puskesmas. Sampai di RS Bokor Turen, korban juga dinyatakan sudah meninggal. “Karena pihak RS Bokor Turen beralasan tidak mau dititipi jenazah, akhirnya jenazahnya dibawa lagi ke Puskesmas Sitiarjo,” kata Ani.
Lantaran pihak Puskesmas tidak dituduh macam-macam, kejadian meninggalnya Fikri itupun lalu dilaporkan ke Polsek Sumbermanjing Wetan. Sekitar pukul 18.00, bersama tim Identifikasi Polres Malang lalu meluncur ke Puskesmas Sitiarjo, untuk melakukan penyelidikan sekaligus mengambil sidik jari korban.
“Kejadian itu memang ada. Korban bukan tenggelam, tetapi meninggal karena kecapekan,” kata Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fathoni, yang mengaku masih mengikuti kegiatan bersama Kapolda Jatim di Kebun Teh Wonosari – Lawang sampai hari ini.(agp/nug)

Selamat Jalan Fikri…
KEMATIAN  Fikri Dolasmantya Surya, langsung menyebar kebeberapa temannya. Termasuk teman Fikri di dunia maya. Di akun facebook-nya, langsung bermunculan ucapan selamat jalan untuk Fikri, dari beberapa teman serta saudaranya.
Kali pertama yang mengucapkan selamat jalan adalah Aldie Sofyan, yang mengaku sebagai kakaknya. “Selamat Jalan adekku sayang. Semoga kamu tenang dan amal ibadah diterima Allah SWT. Padahal kita belum sempat ngopi sama jalan2 bareng di Malang,” tulis Aldie Sofyan.
Kemudian diikuti Dori Kurniawan Dwilaga, Himawan Cahya serta teman lainnya yang tidak percaya dengan kematian sahabatnya. Bahkan, ada seorang teman dekat yang mewakili keluarga memintakan maaf atas kesalahan Dias, sapaan akrab Fikri Dolasmantya Surya.
“Buat temen temen nya dias,,Saya mewakili keluarga minta maaf kalau dias ada salah,,Qt doakan Ɣªήğ terbaik dsisiNya,, Makasi byk semoga kami Ɣªήğ dtinggaalkan di berikaan kekuatan (⌣̥̥́_⌣̥̀) Selamat jalan sayangku,” tulis Lulu Fauqa Norien.
Pada akun FB miliknya, pada tanggal 4 Oktober lalu Fikri sempat mengubah foto profilnya dengan memasang foto setengah badan mamakai almamater berwarna biru. Saat merubah foto-nya, dua temannya sempat mengomentarinya. Pertama Bima Darmawangsa Dipayana, berkomenter ‘gembong teroris’, lalu dijawab Fikri ‘kamu kan bosnya bim’. Kemudian Evi Rahmawati berkomentar ‘hidup mahasiswa’ dan dibalas ‘cie frau mau jadi mahasiswa lagi nih’.
Fikri sendiri, pada 12 September lalu juga sempat mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman FB.
Sementara itu, Rektor ITN Malang, Ir. Soeparno Djiwo MT membenarkan peristiwa yang menimpa salah satu mahasiswanya. ”Info yang saya dapat satu orang mahasiswa meninggal berasal dari Mataram, dan sekarang sedang diupayakan agar jenazahnya diterbangkan dengan pesawat besok pagi (hari ini,red),” ungkap Soeparno.
Karena kejadian ini, ITN langsung melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan kampus. Kedepan tidak boleh ada lagi kegiatan jurusan yang dilaksanakan di luar area kampus. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Planologi yang mengikuti kegiatan di Pantai Goa Cina  dalam rangka pengenalan jurusannya. (agp/oci/nug)