Pasutri Kompak Jualan Sabu

DICIDUK : Para budak narkotika yang diamankan petugas Reskob Polres Malang.

KEPANJEN – Genderang perang terhadap pelaku narkotika di wilayah Kabupaten Malang, terus ditabuh Satuan Reskoba Polres Malang. Lima orang yang menjadi budak narkotika berhasil diamankan. Dua diantaranya adalah pasangan suami istri (pasutri). Hebatnya, mereka ini ditangkap dalam kurun waktu hanya dua hari di lokasi yang berebeda.  
Diantaranya adalah Irvan Vaizazh Dhiva, 20 tahun, warga Dusun Wotgalih, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur. Dia ditangkap di Jalan Raya Gondanglegi sekitar pukul 19.30. Dari tangannya petugas mengamankan dua poket sabu-sabu (SS) serta satu buah HP yang digunakan untuk transaksi.
Irvan, yang merupakan anak band ini, mengaku mendapat SS dari seorang temannya berinisial L yang kini masih buron. Dia membeli sepoket SS seharga Rp 500 ribu. “Saya membeli SS tersebut karena disuruh oleh teman saya, Yusuf. Saya sendiri, kenal dengan narkotika ini sejak enam bulan lalu,” ujar Irvan.
Kemudian Pujiono, 47 tahun dan istrinya Suliani, 44 tahun. Pasutri yang sudah dikaruniai empat orang cucu ini diringkus petugas di rumahnya di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Barang bukti yang diamankan dari mereka adalah enam poket SS, satu alat sekrup plastik, HP serta dompet.
Keduanya mengaku sudah mengkonsumi SS sejak empat tahun lalu. Mereka mengatakan mendapatkan barang dari seseorang berinisial YK asal Jember. Sepoket SS diakui dibeli dengan harga Rp 200 ribu. “Kami ikut-ikutan mengkonsumi SS tersebut, karena rumah kami sering dipakai untuk pesta SS. Dari situlah akhirnya kami coba-coba dan akhirnya ketagihan,” papar Pujiono yang dibenarkan istrinya.
Dua tersangka lagi adalah Sulistiyono, 28 tahun serta Abdul Holik, 28 tahun. Mereka berdua adalah warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing sesaat setelah menghisap narkotika. “Kedua tersangka Sulistiyono dan Abdul Holik ini, selain pemakai mereka juga pengedar yang sudah lama menjadi target operasi (TO),” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elfiandari.
Mantan Kapolsek Pakisaji ini menambahkan, untuk kelima budak narkotika ini, mereka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara.(agp/aim)