Rampok Bercadar Serang Juragan Tebu

TERLUKA : Korban perampokan, Nahrowi beserta istrinya yang mengalami luka bacok.

BULULAWANG – Kawanan perampok bersenjata tajam, dini hari kemarin beraksi di Dusun Jamuran, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang. Rumah Nahrowi, 50 tahun, ketua RW0 5 RT 01 ini yang menjadi sasarannya. Selain merampok barang-barang berharga senilai sekitar Rp 20 juta lebih, pelaku juga menganiaya korban serta istrinya Ifa Fitria, 45 tahun.
Nahrowi, yang merupakan juragan tebu ini, mengalami luka bacok di kepala, leher, lengan kanan serta kedua lututnya. Sedangkan istrinya, mengalami luka lebam di wajahnya. Kasus perampokan tersebut, saat itu langsung dilaporkan ke petugas Polsek Bululawang.
“Beruntung lukanya tidak begitu parah. Tadi (kemarin, red) usai mendapat perawatan di Puskesmas Bululawang, saya langsung pulang,” ungkap Nahrowi, sembari menunjukkan luka akibat sabetan senjata tajam pelaku.
Peristiwa perampokan sendiri, terjadi sekitar pukul 02.55. Saat kejadian di rumah hanya korban dan istrinya. Anak pertamanya Amiril Hamdi, 25 tahun, tidur di rumah neneknya yang berjarak sekitar 100 meter. Sementara anak kedua mereka sedang berada di Pondok Pesantren (Ponpes).
“Ketika kejadian itu, kami sedang tidur di ruang tengah depan TV,” sambung Ifa Fitria, istri Nahrowi. Saat sedang asyik tidur itu, tiba-tiba mereka terkejut dengan enam perampok yang sudah berada di dalam rumah. Pelaku masuk dengan mencongkel jendela depan, setelah sebelumnya gagal menjebol pintu belakang. Namun sebelumnya mematikan lampu depan dan belakang rumah.
Selanjutnya enam pelaku yang lima diantaranya menggunakan cadar dan seorang memakai helm, langsung mengalungi Nahrowi dengan pancor serta berang. Mereka lalu mengikat kedua tangan dan kaki dengan tali raffia warna merah muda serta menutup mulut menggunakan lakban hitam.
Kemudian setelah korban dan istrinya tidak berdaya, pelaku lalu meminta paksa sejumlah uang dan barang berharga lain. Diantaranya uang tunai sekitar Rp 20 juta, perhiasan anti-anting, dua buah HP serta kain sprei. “Yang dibawa itu uang simpanan. Rencananya uang itu untuk biaya menikahkan anak pertama saya pada 24 – 25 Oktober nanti. Mereka (pelaku, red) sempat kami suruh bawa motor beserta STNK-nya tidak mau,” jelas Nahrowi, sembari mengatakan pelaku berbadan besar dan berlogat etnis tertentu..
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, pelaku kemudian kabur lewat jalan semula menuju ke kebun tebu. Mereka lalu menuju kendaraan mobil serta sepeda motor yang diparkir sekitar 100 meter dari rumah korban.
Tak lama setelah pelaku kabur, Nahrowi lalu berusaha melepaskan ikatan tangannya. Begitu terlepas, dia lalu melepasi ikatan istrinya. Kemudian Ifa Fitria lari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga yang kemudian melaporkan ke petugas Polsek Bululawang. Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Bululawang, Kompol A Napitupulu, dikonfirmasi membenarkan kejadian perampokan tersebut. Pihaknya mengatakan masih menyelidiki pelakunya dengan memeriksa saksi-saksi. “Untuk pelakunya masih kami selidiki,” tegas mantan Kasatreskoba Polres Malang ini.(agp/aim)