Maling Motor Tewas Dihajar Massa

MALANG POST  – Amuk massa pecah di dua tempat yang berbeda pada Jumat (18/10) malam kemarin. Sekitar jam 19.00 WIB, amuk massa terjadi di Desa/Kecamatan Gondanglegi, seorang pelaku curanmor babak belur dihajar massa. Tiga jam berselang, sekitar jam 22.00, amuk massa terjadi di Dusun Gunung Kunci, Desa/Kecamatan Jabung, satu dari tiga pelaku perampasan motor, tewas setelah dikeroyok ratusan warga.
Aksi main hakim yang dilakukan warga tersebut, pertama kali terjadi di Desa/Kecamatan Gondanglegi sekitar pukul 19.00. Seorang pria berinisial H, warga Kecamatan Bantur, terpaksa menjadi bulan-bulanan warga setelah kepergok mau mencuri sepeda motor Yamaha Mio milik seorang pemuda yang sedang parkir di depan tempat persewaan play station (PS). Pelaku mencuri dengan menggunakan kunci T. Meski sudah berhasil merusak kunci kontak, tetapi aksi pelaku berhasil digagalkan oleh korban yang berteriak maling. Massa pun datang yang langsung menangkap dan menghakiminya.
 “Pelaku memang sudah mengakui perbuatan pencurian sepeda motor. Bahkan, dia juga mengaku pernah mencuri sepeda motor di parkiran DPRD Kabupaten Malang dan di wilayah Kecamatan Tumpang, pada Agustus lalu. Namun untuk korban pencurian semalam, masih kami cari karena dia langsung pergi. Dan untuk pelaku sendiri, kami masih mengembangkan ke TKP pencurian lainnya,” jelas Kapolsek Gondanglegi, Kompol Gatot Susesno.
Sementara kejadian kedua sekitar pukul 22.00, tejadi di Dusun Gunung Kunci, Desa/Kecamatan Jabung. Satu dari dua pelaku perampasan motor, tewas akibat dihajar massa. Pelaku yang belum diketahui identitasnya alias Mr X ini, meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju RSSA Malang.
Dia meninggal karena luka parah di kepala serta sekujur tubuhnya. Sedangkan dua temannya berhasil kabur dari kepungan massa. Peristiwa bermula dari korban Ngatemo, 58 tahun, warga Dusun Umpak, Desa/Kecamatan Jabung yang berniat pulang. Korban pulang dengan berboncengan sepeda motor bersama istrinya, Painem, setelah dari Nongkojajar Tutur, Pasuruan. Saat mau melintas di Dusun Gunung Kunci, korban berpapasan dengan Mulyono, seorang saksi warga setempat.
Saksi memberitahu korban supaya berhati-hati, karena di lokasi tengah kebun tebu yang sepi ada orang asing dari luar desa. Ngatemo pun terus melanjutkan perjalanan. Saat di tengah kebun, dia diberhentikan tiga orang bersenjata celurit. Mereka meminta paksa sepeda motor yang dikendarai korban.
Sadar kalau ketiga orang tersebut mau merampok, korban dan istrinya langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut, langsung berdatangan dan mengepung lokasi. Dua pelaku berhasil kabur, sementara seorang pelaku berhasil ditangkap yang kemudian digelandang ke rumah Warno, Kasun setempat.
Karena saat ditanya warga pelaku hanya diam, apalagi ada warga lain yang pernah menjadi korban perampasan motor mengatakan bahwa dia pelakunya, warga langsung marah dan menghajarnya. Bahkan saat itu, pelaku nyaris dibakar hidup-hidup.
“Ketika kami datang, kondisi pelaku sudah babak belur dan tak sadarkan diri. Karena takut terjadi apa-apa, dia lalu kami bawa ke rumah sakit. Tetapi dalam perjalanan ajal sudah menjemputnya,” ujar seorang petugas Polsek Jabung, di kamar jenazah RSSA Malang, dini hari kemarin.
Petugas tadi juga menambahkan, bahwa warga sekitar Dusun Gunung Kunci, selama ini memang sudah geram dengan pelaku perampasan. Sebab 4 Oktober lalu, seorang perempuan warga setempat juga pernah menjadi korban perampasan. “Pelakunya katanya juga komplotan korban amuk massa ini. Bahkan, sebelum dimassa pelaku ini informasinya juga sempat memalak seorang penjual rokok,” tuturnya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman didampingi KBO Reskrim Iptu Haryanto dan Kapolsek Singosari yang merupakan mantan Kasatreskrim AKP Decky Hermansyah, dini hari kemarin langsung datang ke kamar mayat untuk melihat pelaku. Mereka langsung mengidentifikasi dan mengecek luka yang dialami pelaku.
“Untuk identitasnya masih belum diketahui. Saat ini kasusnya masih didalami oleh petugas Polsek Jabung dengan memeriksa saksi-saksi, sekaligus menyelidiki identitasnya dan memburu dua pelaku lainnya,” kata M Aldy Sulaeman.(agp/aim)