Pencuri dan Penadah Motor Pasuruan Dibekuk

MALANG -  Jajaran Polsekta Blimbing kembali menangkap dua orang yang terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor di Kota Malang. Yakni Wahid Wahyudi, 30 tahun, warga Purwosari, Pandaan dan penadahnya, Ahmad Affandi, 20 tahun, warga Desa Capang, Purwodadi, Pasuruan.
Dari dua tersangka ini, polisi menyita tiga motor Yamaha dan satu motor Honda Mega Pro, kunci T serta satu unit BlackBerry. Kapolsekta Blimbing, AKP Budi Adhy Buono, SH, SIK mengaku cukup puas dengan kinerja anak buahnya. “Meski demikian, anggota serse masih memburu motor-motor yang dicuri tersangka,” ungkapnya kemarin. Dijelaskan Budi, berawal ketika anak buahnya dan masyarakat menangkap Wahid Wahyudi saat hendak mencuri motor di Jalan Hamid Rusdi Malang, akhir pekan kemarin.
Dalam pemeriksaan, Wahid mengaku sudah melakukan lima kali pencurian motor. Tiga unit motor dicurinya di wilayah hukum Polsekta Blimbing, sedangkan dua unit lagi dicuri dari wilayah hukum Polsekta Lowokwaru. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polsekta Lowokwaru. Modus yang dilakukan tersangka adalah mencuri motor yang ditaruh di halaman rumah,” ujar mantan Kasatlantas Polres Batu tersebut.
Ketika melakukan pencurian, lanjut Budi, tersangka Wahid selalu berpartner dengan Heri, temannya yang sudah ditangkap anggota Satreskrim Polres Malang Kota. Masih menurutnya, Wahid juga mengaku pernah melakukan pencurian Yamaha Mio di Stasiun Lawang dan dijual dengan harga Rp 1,2 juta. Setelah mendapatkan motor curian ini, mereka menemui tersangka Ahmad untuk menjual motor itu.
Rata-rata, keduanya mendapatkan pembayaran antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta, tergantung dari motor yang didapatkan. “Mendapat nama penadahnya ini, kami langsung menggerebek rumahnya dan berhasil mendapatkan beberapa motor. Untuk penyelidikan, motor-motor ini masih kami lakukan identifikasi,” tegas dia. Khusus tersangka Ahmad, sambung Budi, pernah dipenjara di LP Pasuruan dalam kasus yang sama, yakni menjadi penadah motor curian. (mar)