Uang Hilang, Mobil Disita Koperasi

MALANG - Penipuan mobil yang dilakukan Waluyo S. Putro, 45 tahun, pengacara yang juga membela Dewa Putu Raka Wibawa, Dirut PT. Dewata Abdi Nusa (DAN), ternyata berimbas pada mobil yang dijualnya. Budiono, 30 tahun, warga di Jalan Sawojajar VII Malang yang menjadi korban penipuan Waluyo mengaku mobil Daihatsu Xenia, 2006, N 997 VA yang dibeli dari tangan Waluyo, disita oleh Koperasi Artha Mandiri, Singosari.
Melalui Ismail Modal, SH, kuasa hukumnya, Budiono terpaksa melaporkan Waluyo ke Satreskrim Polres Malang Kota karena dianggap berlarut-larut untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Peristiwa itu sebenarnya sudah terjadi sejak 2011 lalu. Namun karena dia berlarut-larut, terpaksa kami laporkan ke polisi,” ungkap Ismail kepada wartawan.
Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya enggan ramai menyelesaikan jual beli mobil itu. Apalagi, antara korban dan pelaku merupakan sama-sama berprofesi sebagai pengacara. “Karena tidak ada kejelasan atau niat baik dari Waluyo, akhirnya mau tidak mau dia dipolisikan. Klien saya sebenarnya sudah bersabar tidak melaporkan Waluyo dengan harapan dia akan mengembalikan uang,” ujar dia.
Sayangnya, setiap kali kliennya meminta pertanggungjawaban dan meminta kembali uang muka Rp 65 juta yang sudah dibayarkan, Waluyo sama sekali tidak memberikan tanggapan. Ismail berharap penyidik Satreskrim Polres Malang Kota segera mengusut penipuan ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Waluyo yang tinggal di Perum Nirwana Sulfat Malang ini, dianggap menggelapkan BPKB yang dijualnya kepada Budiono. Dia menjual mobil Daihatsu Xenia seharga Rp 105 juta. Namun, dia hanya meminta uang muka Rp 65 juta, dengan alasan BPKB mobil masih dibawa kakaknya. Korban yang menunggu beberapa hari, mulai curiga. Budiono lantas mencek keberadaan BPKB tersebut, dan dia mendapat informasi bila BPKB itu sudah dijaminkan Waluyo ke Koperasi Artha Mandiri.
Sayangnya, hingga semalam, Waluyo enggan memberikan komentar perihal dugaan penipuan yang dilakukannya tersebut. Namun sebelumnya, dia sempat mengelak disebut melakukan penipuan.
Menurutnya, sebelum dia memberikan BPKB itu, Budiono dianggap mengingkari perjanjian dan menukarkan mobil Xenia dengan mobil Honda CRV miliknya yang juga ditahan di koperasi Artha Mandiri. (mar)