Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Maling Tewas Dimassa

MALANG – Empat hari pasca kejadian perampasan sepeda motor yang berunjung amuk massa yang menewaskan pemuda perampas sepeda motor, di Dusun Gunung Kunci, Desa/Kecamatan Jabung, masih misterius. Polisi masih menyelidiki identitas pemuda bertubuh kurus dengan tinggi sekitar 170 sentimeter tersebut.
“Untuk identitasnya masih belum diketahui. Saat ini kami masih berusaha mencarinya dengan memeriksa beberapa saksi. Kami sendiri, juga sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap dan memburu pelaku lainnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Mantan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini mengatakan, meski identitas pelaku perampasan motor itu belum terungkap, namun diyakini bahwa korban amuk massa itu adalah pelaku lama. Dia merupakan kawanan pelaku perampasan motor yang selama ini beraksi di wilayah Kabupaten Malang.
Bahkan, kata Aldy, dari hasil penyelidikan sementara, sebelum menjadi bulan-bulanan massa setelah tertangkap tangan mau merampas motor, kawanan pelaku ini sempat memalak seorang warga Singosari. Mereka meminta uang secara paksa pada korban saat berjalan sendirian.
“Korban pemalakan sendiri sudah kami mintai keterangan dan membenarkan bahwa pria yang tewas dimassa tersebut, satu dari tiga pelaku yang meminta uang secara paksa. Dan selain di Singosari, mereka sebelumnya juga memalak seorang warga di Kecamatan Jabung,” ujarnya.
Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta menambahkan, pelaku curanmor dan perampasan, selalu tidak membawa identitas dan dompet saat menjalakan aksinya. Hal itu suatu bentuk solidritas mereka, untuk melindungi kelompok maupun jaringannya. Bila diantaranya ada yang tertangkap, selalu bungkam. Hal itulah yang membuat petugas kerap kali kesulitan membongkar sindikat curanmor dan perampasan. Termasuk seperti peristiwa yang terjadi di Dusun Gunung Kunci Desa/Kecamatan Jabung.
“Bahkan diantara mereka memang sebagian ada yang didoktrin untuk berani mati saat tertangkap, ketimbang harus mengungkapkan identitasnnya dan jaringannya,“ imbuhnya,
Namun, petugas mempunyai anggapan dan dugaan  pada kasus kali ini. Yakni diatara kedua pelaku yang berhasil kabur tersebut diduga dekat dan mengenal korban Ngatemo yang merupakan warga Dusun Umpak, Desa/Kecamatan Jabung ini. Meski hingga saat ini petugas belum mengerucut nama terhadap kedua pelaku itu.
Seperti diketahui, Jumat (18/10) malam lalu satu dari tiga pelaku perampasan motor tewas dihajar massa. Korban yang identitasnya masih Mr X, dikeroyok hingga meregang nyawa setelah berusaha merampas sepeda motor milik Ngatemo, 58 tahun, warga Dusun Umpak, Desa/Kecamatan Jabung. Sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur dari kepungan massa.(agp/big/aim)