Biar Kuat Kerja, Tukang Las Konsumsi Sabu

Sapi’i berikut barang bukti SS yang diamankan petugas.

SUMAWE – Peredaran narkotika di Kabupaten Malang semakin meluas. Akhir pekan kemarin, Satuan Narkoba Polres Malang berhasil menciduk Sapi’i 34 tahun warga Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang kedapatan menyimpan SS sebanyak dua poket.
Dari tangan pelaku, petugas tidak hanya mengamankan dua poket SS, yang awalnya disembunyikan di saku celana bagian depan. Namun, barang bukti HP, pun turut diamankan karena diduga sebagai sarana untuk transaksi. Pelaku diciduk petugas seusai melakukan transaksi di Jalan Raya Desa Druju, Sumawe.
 “Pelaku berhasil ditangkap anggota sesaat setelah diperoleh informasi akan terjadi transaksi SS dengan tersangka Sapi’i. Dari ciri-ciri tersangka dan lokasi rencana transaksi, akhirnya berhasil dikembangkan dengan menangkap pelakunya di lokasi kejadian,” kata Kabag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri.
Untuk kepentingan penyidikan, tambah mantan Kapolsek Pakisaji itu, terhadap tersangka masih terus diperiksa. Termasuk, mengenai asal usul serbuk putih itu didapat.
“Saat dilakukan penangkapan, pelaku saat itu tengah seorang diri. Sementara penyuplainya, sudah meninggalkan lokasi lebih dahulu,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tambah Nyoman, serbuk haram itu dikonsumsi untuk kepentiangan sendiri. Diantaranya, untuk obat kuat selama melakukan kerja sebagai tukang atau jasa las.
“Ada dugaan, SS yang dibelinya itu adalah dari pesanan rekan pelaku. Sementara tersangka, mendapatkan keuntungan saat barang sudah diberikan kepada pemesan. Biasanya, keuntungan itu berupa poketan kecil SS,” ungkapnya.
Sapi’i sendiri dalam pemeriksaan, mengaku jika sudah enam bulan ini menjadi pengkonsumsi pasif dari SS. Barang biasa dibelinya seusai bekerja dan mendapatkan uang. Dari uang sekitar Rp 200 ribu untuk per satu poket kemudian digunakannya untuk membeli.
“SS itu saya beli untuk kepentingan sendiri. Biasanya, satu poket Rp 200 ribu. Saya memakai itu, tanpa sepengetahuan istri. Saya sendiri menggunakan itu, untuk membantu dalam merampungkan pekerjaan sebagai tukang las,” terang bapak dua anak itu. (sit/aim)