Jual Objek Bermasalah, Bank CIMB Niaga Dipolisikan

MALANG - Djoko Santoso, warga Perumahan Pondok Blimbing Indah P-6 Malang, terpaksa melaporkan Bank CIMB Niaga Pusat dan Bank CIMB Niaga Jalan Basuki Rahmad Malang ke Satreskrim Polres Malang Kota.
Dia mengaku menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan bank tersebut hingga menyebabkan kerugian Rp 100 juta. Bank CIMB Niaga dilaporkan karena menjual sebuah rumah di Jalan Tawangmangu Malang yang berasal dari kredit macet.  
Permasalahannya, kata Yayan Riyanto SH dan Sigit Hadiyanto SH,  kedua kuasa hukum Djoko, rumah yang dijual tersebut ternyata masih dalam objek sengketa antara pemiliknya yang lama, pasangan suami istri Sukarto dan Umi Tumpilah dan dengan Bank CIMB Niaga. “Tidak tahu bagaimana caranya, sertifikat itu sudah dibalik nama oleh Eko Wahyudi dan dijadikan jaminan utang ke bank tersebut senilai Rp 400 jutaan,” ungkap Yayan, panggilannya.
Ternyata, putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, memenangkan pasangan suami istri ini sebagai pemilik sah. Disinilah, lanjutnya, mulai muncul dugaan penipuan yang dilakukan Bank CIMB Niaga. Djoko ditawari untuk menjadi peserta lelang rumah tersebut. “Klien kami diminta ikut lelang dan dijanjikan bisa menang. Dia percaya apalagi dinyatakan oleh bank tersebut, bahwa objek itu tidak bermasalah alias clear and clearance,” lanjutnya.
Setelah mengajukan penawaran harga, akhirnya Djoko menjadi pemenang lelang dengan kesepakatan harga rumah Rp 995.100.000.  Pria ini lantas membayar uang muka sebesar Rp 100 juta ke Bank CIMB Niaga tanggal 19 September 2013 lalu. “Jadi, klien kami bersedia membeli aset tersebut karena dijamin tidak ada masalah hukum atau sengketa hukum dengan pihak lain dan hanya tinggal pengosongan rumah saja,” urai Yayan.
Namun, saat akan melunasi sisa pembayaran bangunan sebesar Rp 895.100.000 tanggal 8 Oktober 2013 lalu, Djoko baru tahu bila rumah tersebut masih bersengketa di PT Surabaya, yang diajukan banding oleh Bank CIMB Niaga atas putusan PN Kota Malang No. 92/Pdt.G/2012. “Pemiliknya memberitahu bila masih bermasalah. Yang pasti sekarang, klien saya merasa dirugikan karena rumah tersebut tidak bisa dikosongkan sampai ada putusan pengadilan yang mempunyai keputusan hukum tetap,” papar pengacara ini.
Sementara, pihaknya sebagai pebisnis sudah akan menjual objek tersebut kepada orang lain untuk mendapatkan keuntungan. ’’Dengan kata lain, saya yang memenangkan lelang ini tidak bisa menjual objek dan mentraksasikan kepada orang lain karena masih ada sengketa di pengadilan,” ungkap dia.
Menurutnya, Bank CIMB Niaga sebagai perusahaan besar dan bonafit, tidak memberikan keterangan yang sebenarnya tentang keadaan objek yang akan dilelangnya, apalagi berani menjualnya. (mar)