Jaringan Penipuan SMS Dibongkar

KONTRAK: Rumah kontrakan yang ditempati komplotan penipuan SMS berkedok hadiah.

MALANG - Sekian lama melakukan penyelidikan, anggota Satreskrim Polres Malang Kota, berhasil membongkar komplotan penipuan lewat SMS.
Aksi komplotan ini cukup meresahkan. Korbannya cukup banyak. Lima orang diamankan dari sebuah rumah kontrakan Blok C/15 Sekarpuro Residence, Jalan Wijaya Kusuma, Desa Sekarpuro, Pakis.
Mereka adalah Agus Hudong (33 tahun), warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Makassar, Wijaya (61), warga Ujung Pandang, Andi Aris (46),  Rukmana (21) dan Oci Radi (32). Tiga nama terakhir berasal dari Kabupaten Pangkajene, Makassar.
Dalam penggerebekan di rumah berwarna oranye ini, polisi mengamankan puluhan HP dan SIM card, KTP, kartu ATM, rekap data transfer uang bank, beberapa peralatan membuat brosur dan satu mobil Suzuki Esteem yang dikendarai Oci Radi.
Menurut petugas, komplotan ini baru berhasil ditangkap setelah tiga tahun melakukan penipuan. Bahkan, disinyalir, jaringan penipuan asal Sulawesi Selatan pimpinan Oci Radi tersebut, sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun, polisi mencium jejak para pelaku ini setelah mendapat informasi akurat saat melakukan penyelidikan.
‘’Selama sebulan penuh, beberapa anggota Satreskrim mengamati rumah itu secara bergantian. Baru Senin (21/10) siang, anggota melakukan penggerebekan, setelah melihat semua pelaku ada di rumah tersebut,’’ terang salah satu sumber terpercaya Malang Post ini.
Para pelaku ini, tidak bisa mengelak ketika beberapa petugas langsung masuk ke dalam rumah dan mendapatkan berbagai barang bukti. Bahkan, Oci Radi, yang baru datang dari tempat tinggalnya di kawasan Ploso Timur Surabaya, ikut kaget.
‘’Selain melakukan penipuan lewat SMS, mereka juga menjaring calon korbannya dengan kupon hadiah yang mereka cetak dan dimasukkan ke dalam bungkus makanan ringan,’’ lanjutnya.
Selain penipuan dengan model mengirimkan SMS dan memasukkan kupon hadiah ke dalam bungkus makanan ringan, mereka disinyalir sebagai pelaku yang mengaku-ngaku polisi dan menawarkan dapat membebaskan anggota keluarganya yang tertangkap polisi karena masalah narkoba. 
Penyidik yang melakukan pemeriksaan mendapat pengakuan bila kelima pelaku memiliki peran masing-masing.  Ada yang kebagian menjadi pengirim SMS, ada yang bertugas menerima telepon, dan ada juga yang bertugas mencetak brosur hadiah.
‘’Tidak tanggung-tanggung, hadiah yang mereka tawarkan adalah satu unit mobil, Siapa yang tidak tertarik ketika mendapat pengumuman hadiah undian mobil itu dari dalam bungkus makanan ringan,’’ urai sumber Malang Post.
Setelah korbannya tertarik, pelaku kemudian menelpon dan meminta sejumlah uang sebagai biaya pengurusan hadiah. Mereka juga meminta untuk segera mentrasfer melalui ATM atau melalui e-banking. Alasannya, hadiah bisa melayang atau pemenangnya berpindah ke orang lain. Usai uang ditransfer, lima tersangka ini langsung membagi uang tersebut sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum mengapresiasi pengungkapan dan  penangkapan yang dilakukan anggota Satreskrim tersebut.
‘’Saat ini masih dalam proses pengembangan dari laporan polisi yang selama ini terjadi,’’ tegasnya.
Sedangkan Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK meminta kepada masyarakat Kota Malang yang merasa pernah menjadi korban penipuan online atau SMS dengan modus jual beli BlackBerry dan ponsel hingga menang undian mobil dari produk teh gelas atau makanan ringan, bisa berkoordinasi dengan pihaknya.
Sementara itu, warga sekitar rumah kontrakan para tersangka di Sekarpuro Residence, cukup kaget dengan penangkapan yang dilakukan polisi. ‘’Memang kaget. Tiba-tiba saja banyak polisi datang termasuk ada mobil olah TKP. Kami pikir ada pembunuhan, ternyata ada penangkapan,’’ ujar salah satu warga laki-laki yang enggan disebutkan namanya ini.
Namun, menurut warga ini, kehidupan para tersangka tersebut cukup biasa. ‘’Kalau sore biasanya main bulu tangkis di depan rumah. Tapi kalau yang bawa mobil (Oci Radi), biasanya selalu datang dini hari. Informasinya dia suka dugem,’’ papar dia. (mar)