Amankan Kurir SS, Grebek Produksi Miras

GELAR: Tersangka Robi Wahyudi, ketika diinterogasi Kasubag Humas Polres Malang dan Kasatreskoba Polres Malang. Dan barang bukti puluhan botol berisi minuman keras (miras) yang diamankan.

MALANG –Satuan Reskoba Polres Malang, kembali mengamankan seorang budak narkotika Kamis (24/10) malam. Robi Wahyudi, 33 tahun, warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang ini, diringkus petugas karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu (SS).
Dia dibekuk di Jalan Raya Desa Krebet, Kecamatan Bululawang saat hendak mengantarkan pesanan SS pada seseorang. Dari tangan karyawan sebuah rumah makan ini, polisi mengamankan satu bungkus plastik berisi serbuk kristal SS seberat 2,5 gram yang disembunyikan dalam bungkus rokok Marlboro.
Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Efliandani mendampingi Kasatreskoba AKP Samsul Hidayat, dalam gelar perkara kemarin mengatakan, tersangka Robi sudah lama masuk dalam target operasi. Polisi mengintai gerak-geriknya sejak sebulan lalu.
“Dia  sudah lama menjadi bidikan kami. Namun selama ini, selalu lolos karena tidak ada barang bukti. Baru Kamis malam setelah mendapat informasi dia baru saja mendapat pesanan SS, saat mau transaksi langsung kami tangkap,” terang AKP Ni Nyoman Sri Efliandani.
Mantan Kapolsek Pakisaji ini menambahkan, selain Robi ada pelaku lain yang kini sedang dalam bidikan polisi, yaitu pemasok SS berinisial SN asal Pandaan serta pemesannya warga Kecamatan Dampit.
“Untuk pelaku lain masih kami selidiki. Tersangka Robi, kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” jelasnya.
Robi Wahyudi sendiri, dalam pemeriksaan mengaku dirinya memang pemakai. Dia mulai mengenal dan mengonsumsi barang terlarang tersebut sejak setahun lalu. Selain pemakai, bapak dua anak ini juga kurir SS. “Saya membeli SS atas suruhan S warga Kecamatan Dampit. Pertama kali disuruh sebulan lalu, kemudian kedua Kamis lalu diminta membeli 2,5 gram seharga Rp 4,5 juta. Kalau barang sudah diterima saya akan diberi uang Rp 250 ribu,” katanya.
Sementara itu, selain menangkap pemakai sekaligus kurir SS, Satuan Reskoba Polres Malang juga menggerebek sebuah rumah di Dusun Tempursari Wetan, Desa Tempursari, Kecamatan Wonosari, Kamis lalu. Rumah milik Yohanes Duhancun, 33 tahun ini diketahui menjual sekaligus memproduksi minuman keras (miras) oplosan jenis ciu.
Barang bukti yang berhasil diamankan dalam penggrebekan tersebut adalah, satu buah tong plastik warna biru untuk menampung miras, lima kantong plastik berisi tutup botol, satu bendel kertas label, 19 kardus berisi puluhan botol miras ukuran besar, 8 kardus berisi puluhan botol miras ukuran kecil serta sebuah alat pres tutup botol.
“Penggerebekan rumah produksi miras ini, bermula dari informasi yang masuk pada kami dan mengatakan bahwa di rumah Yohanes memproduksi miras. Setelah melakukan penyelidikan dan memang benar, langsung dilakukan penggerebekan,” ujar AKP Samsul Hidayat.
Mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini menambahkan, Yohanes dijerat dengan pasal 35 Peraturan Daeran nomor 17 tahun 2013 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol dengan ancaman pidana kurungan 6 bulan serta denda Rp 5 juta.(agp/han)