Pondok Desa Kampoeng Telaga Ludes Terbakar

PADAMKAN: Nampak usaha petugas PMK Kabupaten Malang, yang turun ke lokasi untuk membantu upaya pemadaman api di lokasi wisata kuliner.

KARANGPLOSO – Kebakaran hebat kembali terjadi Sabtu (26/10) pagi kemarin. Pondok Desa Kampoeng Telaga yang berada di Jalan Griya Permata Alam (GPA) Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso dilahap si jago merah. Hanya dalam waktu 30 menit, restoran yang menyanjikan suasana pedesaan dengan bahan mayoritas dari bambu itu rata dengan tanah.
Untuk memadamkan api yang cepat berkobar itu, PMK Kabupaten Malang mengerahkan dua mobil PMK yang dibantu para karyawan dan warga sekitar. Api yang cepat berkobar karena banyak bahan-bahan yang mudah terbakar dengan cepat merambat ke beberapa area. Hampir sebagian besar bangunan di restoran itu menjadi debu. Akibat kejadian itu, kerugian yang ditanggung pemilik resto itu mencapai Rp 80 juta. Padahal, bangunan resto belum lama selesai di renovasi dan akan di buka kembali pada Desember mendatang. Tapi, si jago merah sudah lebih dulu meluluhlantahkan bangunan yang banyak terbangun dari bambu itu.
 “Apa yang menjadi penyebab kebakaran, anggota masih melakukan pemeriksaan. Namun, ada saksi yang menyebutkan, jika api tiba-tiba muncul dari atap. Dari keterangan itu ada dugaan kemungkinan arus pendek,” kata Kapolsek Karangploso, AKP Sugeng H kepada Malang Post, kemarin.
Pengelola, Pondok Desa Kampoeng Telaga Anton Poernomo, 58 tahun, membenarkan jika kemungkinan penyebab kebakaran dipicu dari hubungan arus pendek. Masalahnya, sebelum kejadian berlangsung, sempat mati lampu. Dari situlah, kemudian ada yang menyalakan.
“Karena mati lampu, makanya ada yang menyalakan. Tidak tahunya, setelah itu ada yang berteriak kebakaran,” kata warga Jalan Wilis Indah, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu.
Mnurutnya, kali pertama api berasal dari satu atap teras atau sawung yang berbahan bambu di sisi selatan. Karena pada saat bersamaan angin sangat kencang, maka nyala api pun dengan cepat membakar seluruh lokasi.
“Ada sekitar delapan sawung yang terbakar. Termasuk, tempat demo memasak dan ruang aquarium untuk ikan segar yang akan ditawarkan kepada konsumen. Sementara tempat memasak utama dan ruang istirahat karyawan yang bangunannya semen dan lokasinya agak jauh tidak sampai turut terbakar. Akibat kejadian itu, karena lokasi yang terbakar di sisi depan, mengakibatkan lokasi menjadi nyaris ludes semua,” ungkapnya.
Ditambahkannya, lokasi kuliner belum lama selesai direnovasi dan disiapkan buka paling cepat sekitar Desember. Karenanya, seperti karyawan juga belum menerima banyak dan ikan segar yang didatangkan masih sebatas coba-coba kondisi kolam.
“Karyawan kami masih belum terima. Sementara ikan, hanya mencoba diisikan di kolam. Begitu juga aquarium masih kosong,” tambahnya. (sit/aim)