MAN Gondanglegi Diobok-Obok Maling

Petugas ketika melakukan olah tempat kejadian perkara, di MAN Gondanglegi.

GONDANGLEGI – Kasus pencurian di SMK Negeri 1 Kepanjen awal Oktober lalu belum terungkap, kemarin lembaga pendidikan sekolah kembali menjadi sasaran pencuri. Kali ini giliran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondanglegi. Tujuh LCD proyektor yang berada di dalam kelas, raib dibawa kabur pelaku,  pada Senin dini hari kemarin.
Akibatnya, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 38 juta. Sementara kasus pencurian tersebut, kemarin langsung ditangani petugas Reskrim Polsek Gondanglegi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menerjunkan tim Identifikasi Polres Malang.
“Kalau total kerugian sekitar Rp 38 juta. LCD proyektor yang dicuri tersebut masih baru, karena dibeli sekitar dua minggu lalu,” ungkap guru agama MAN Gondanglegi, H Abdul Hanan.
Pencurian diperkirakan terjadi tengah malam sekitar pukul 01.00. Saat kejadian, sekolah dijaga tiga orang satpam yang berjaga di depan. Pelaku yang diduga lebih dari dua orang, beraksi dengan cara menjebol dinding kelas, serta mencongkel jendela dan melepas teralis.
“Dinding yang dilubangi cukup besar, pas untuk ukuran tubuh orang dewasa,” kata Hanan.
Begitu berada di dalam, pelaku lalu mengambil LCD proyektor di masing-masing kelas yang berfungsi untuk membantu pembelajaran pada siswa. Setelah berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, pelaku kemudian kabur dengan melintas area kebun tebu.
Kejadian itu baru diketahui oleh siswa di kelas XI ruang agama yang tidak melihat LCD proyektor. Siswa juga curiga karena dinding kelas jebol. Yakin ada yang tidak beres, siswa tersebut lalu memberitahukan kepada guru yang kemudian dilakukan pengecekan. Saat dicek di kelas lain ada tujuh LCD proyektor yang juga hilang. Akhirnya peristiwa itu, dilaporkan ke polisi.
“Kejadian pencurian di sekolah ini sudah ketiga kalinya. Pertama sekitar lima tahun lalu pelaku membawa kabur CPU computer, lalu 2012 mencuri LCD monitor dan ketiganya kali ini,” ujarnya.
Kapolsek Gondanglegi, Kompol Gatot Suseno, mengatakan bahwa kasus pencurian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya masih berusaha mengungkap pelakunya dengan memeriksa saksi-saksi. “Untuk pelakunya masih kami selidiki,” katanya. (agp/aim)