Pencuri Gondol Uang Dolar Pabrik Rokok

Polisi melakukan olah TKP di ruang kerja direktur PT Karya Timur Prima yang dibobol pencuri.

TAJINAN - Aksi pencurian dini hari kemarin juga terjadi di PT Karya Timur Prima, Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan. Perusahaan yang memproduksi rokok merek Mahayana serta Potenza ini, dibobol oleh kawanan pencuri yang diduga berjumlah lebih dari seorang.
Pelaku masuk ke dalam pabrik dengan memanjat pohon sengon yang ada di belakang pabrik, lalu menjebol atap kantor yang berada di lantai dua. Dari aksinya itu, pelaku berhasil menggondol uang sebesar 6000 US Dollar, HP serta uang tunai Rp 3 juta. Uang serta jam tersebut, dicuri dalam ruangan Agus Susanto, direktur perusahaan.
Kasus pencurian tersebut, kemarin pagi langsung dilaporkan ke petugas Polsek Tajinan. Selanjutnya untuk mengungkap pelakunya, petugas mendatangkan tim Identifikasi Polres Malang, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Untuk kejadian pencuriannya apakah Sabtu atau Minggu malam masih belum tahu. Karena baru diketahui pagi tadi (kemarin, red). Dan untuk kerugian yang dialami perusahaan, sesuai yang dilaporkan sekitar Rp 60 juta. Sedangkan untuk pelakunya, kini sedang kami selidiki,” jelas Kapolsek Tajinan, AKP Fatkhur Rahman.
Sementara, saksi yang kali pertama mengetahui pencurian itu adalah Eli Sutanto yang merupakan accounting perusahaan. Pagi sebelum direktur datang, Eli tiba lebih dulu untuk membuka tiga ruangan di lantai dua. Yaitu ruang meeting, direktur serta accounting.  
Ketika mau membuka ruang direktur, Eli kesulitan karena merasa ada yang mengganjal dari dalam. Karena saat diintip ruangan terlihat berantakan, saksi lalu memberitahukan pada Legal Officer perusahaan, Agus Subiantoro. Selanjutnya, Agus menghubungi atasannya sekaligus melaporkan kejadian itu ke polisi.
Tak lama mendapat laporan, polisi dan direktur perusahaan datang. Mereka kemudian bersama-sama melihat kondisi ruangan direktur. Saat terbuka, mereka terkejut karena selain ruangan berantakan, barang-barang berharga juga banyak yang hilang. “Lokasi lubang pada plafon persis di ruangan direktur,” kata Agus, sembari mengatakan bahwa kasusnya diserahkan ke petugas kepolisian.(agp/aim)