Musisi Mengutuk, Polda Turun Tangan

Penyiraman cairan kimia, yang diduga air keras, ke wajah Barry Manoch, vokalis band Saint Loco menjadi atensi khusus Polres Malang Kota.
Kemarin, beberapa anggota reskrim, tim buru sergap Satreskrim dan Satreskoba dikumpulkan Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum. Mantan Kapolres Trenggalek ini memimpin langsung gelar perkara kasus yang terjadi di lobi Hotel Savana, Jalan Letjen Sutoyo Malang. Mereka langsung dibagi menjadi tiga tim dengan tugas masing-masing.
Menurut perwira yang menyandang dua melati di pundaknya itu, pihaknya membentuk tiga tim yang masing-masing dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
“Khusus menangani kasus ini, kita bentuk tiga tim. Mulai dari tim Lidik, tim Sidik dan tim Analisa,” papar Totok, sapaannya. Untuk mengungkap pelakunya, dia mengakui sudah memeriksa 12 saksi. “Khusus pemeriksaan terhadap korban, akan dilakukan setelah manajemen Saint Loco memberikan konfirmasi bahwa korban sudah bisa diperiksa,” terang dia.
Totok menjelaskan, saat ini pihaknya menghormati proses penyembuhan personel grup pelantun 'Microphone Anthem' itu terlebih dulu.
“Kita fokus pada kesembuhan korban dulu,” tegas mantan Kasatreskrim Polresta Malang tersebut. Rencananya, permintaan keterangan terhadap Barry akan dilakukan oleh Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH SIK di Jakarta.
Sejauh ini, hasil penyelidikan polisi, diketahui bila kedua pelaku sudah menunggu rombongan Barry dan personil Saint Loco di jalan raya depan hotel.
Begitu Barry dan teman-temannya datang, pelaku ikut masuk ke dalam lobi hotel dan langsung menyiramkan cairan kimia itu dari salah satu botol suplemen.
Hanya beberapa detik setelah itu, pelaku yang diidentifikasikan berambut cepak dan bertubuh sedang ini, kabur ke arah motor temannya yang sudah menunggu di depan bangunan karaoke sebelah selatan hotel.
“Ada saksi yang mengatakan pelaku sudah menunggu. Tapi ada juga saksi yang mengatakan membuntuti korban dari venue di Lapangan Rampal. Ada yang mengatakan pakai motor Suzuki Thunder tapi ada juga yang mengatakan merek motor lain. Semuanya kita tampung untuk memperjelas perkara ini,” tegasnya.
Sementara itu, dikutip dari beberapa situs, Ingga Jaya Purda, Manajer Saint Loco mengatakan baik Saint Loco maupun Barry secara pribadi tidak memiliki musuh, khususnya di Malang. “Kami sangat kaget, kok ada orang teganya seperti itu. Empat kali kami main di Malang semua aman-aman saja,” ujar Ingga.
Penyiraman cairan kimia ini, juga menjadi sorotan khusus salah satu tokoh musisi di Malang Raya, Ir. H. Ade Herawanto. “Saya mengutuk keras kasus penyiraman air keras terhadap salah satu musisi nasional kita, Barry Saint Loco,” paparnya.
Menurut dia, pada dasarnya, sesama musisi harus bersaudara. “Kejadian seperti ini sangat merugikan perkembangan industri musik di Malang yang selama ini dikenal sebagai salah satu barometer musik rock tanah air,” lanjut dia.
Sam Ade, begitu dia biasa disapa, berharap pihak keamanan dan komunitas musisi Malang untuk proaktif ikut melacak secara intensif dan memberikan hukuman yang setimpal sehingga kedepan hal ini, tidak akan jadi preseden buruk lagi di Malang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Barry, mengalami musibah usai tampil di Lapangan Rampal, Sabtu (26/10) malam. Wajahnya disiram cairan kimia ketika dia dan beberapa personil melakukan sesi foto bersama fansnya di lobi Hotel Savana. Dari rekaman CCTV, pelaku mengenakan sweater warna merah, berbadan tegap dan berambut cepak serta tinggi 180 cm.

Polda Turun Tangan
Kasus penyiraman air keras terhadap Barry Manoch, membuat Polda Jatim ikut turun tangan. Bahkan, satuan polisi tertinggi di Jatim itu telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku penyiraman vokalis band Saint Loco itu.
“Kita sudah bentuk timnya. Dan kini tim sudah bergerak. Harapan kita seluruh pelaku akan segera kita tangkap,” tandas Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono usai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Negara Grahadi, kemarin siang.
Unggung tidak merinci secara pasti, kenapa Polda Jatim harus ikut turun tangan terhadap kasus yang terjadi di Kota Malang ini. Tetapi, Polda Jatim merasa perlu melakukan pendampingan terhadap Polres Malang Kota agar kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa segera dibekuk.
“Tim khusus dibentuk untuk membantu mendampingi Polres Malang Kota melakukan pengejaran. Kita juga berharap masyarakat bisa memberi informasi jika memang ada yang mengetahui persoalan ini,” ungkap mantan Kapolres Malang ini.
Dikatakan dia, sampai kemarin, Polda sudah memeriksa sedikitnya delapan saksi terkait kejadian tersebut. Jumlah saksi ini diperkirakan akan terus bertambah karena polisi masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya. Ditanya soal modus atau juga motif penyiraman, Unggung belum berani menyimpulkan. Karena penyidik secara marathon masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku utama.
Di sisi lain, guna mencegah kejadian serupa Unggung sudah memerintahkan Dirnarkoba Polda Jatim untuk melakukan pendataan peredaran zat kimia di Jatim. Langkah ini diperuntukkan pada toko-toko di Jatim yang sekarang ini secara legal memiliki ijin menjual barang-barang kimia.
“Sifatnya hanya antisipasi saja dan kami sudah minta untuk mendatanya. Denan demikian bisa dicegah seminimal mungkin kejadian seperti di Malang,” ungkapnya dengan tidak menyebutkan sudah berapa toko yang tela didatanya. (has/mar)