Nekad Curi Sepeda Kerabat Sendiri

Tersangka Anton berikut motor hasil kejahatan

LAWANG- Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi bidikan utama petugas kepolisian untuk dapat diringkus. Jajaran Reskrim Polsek Lawang menangkap satu orang pelaku curanmor Senin (28/10) kemarin, yakni Muklis alias Anton, warga Dusun Tlogorejo Desa Wonorejo Kecamatan Lawang.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti Honda Beat hasil curian Nopol N 3332 AH, hp Nokia 5200 dan dompet berisi uang tunai Rp 200 ribu.
 “Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, dengan ancaman lima tahun penjara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lawang Iptu Imron SH. M.Hum kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, pencurian tersebut dilakukan tersangka pada saat hari raya Idul Adha 15 Oktober 2013 lalu sekitar pukul 07.00 wib. Yang menjadi sasarannya yakni rumah Mochamad Sahidin di Dusun Tlogorejo RT 03 RW 12, tak lain rumah kerabatnya sendiri. Saat pencurian dilakukan, seluruh penghuninya sedang menunaikan salat Idul Adha.
“Modusnya, tersangka mencongkel pintu menggunakan linggis untuk masuk ke dalam rumah,“ kata mantan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen ini.
Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, tersangka langsung menuju ke ruang keluarga. Di ruangan tersebut, terdapat sepeda motor milik korban yang kuncinya masih melekat. Tanpa kesulitan, korban membawa kabur motor tersebut. Tersangka juga diketahui membawa kabur dompet korban yang terletak di meja ruang tamu. “Mengetahui sepeda motornya hilang, korban langsung melaporkan kejadian yang itu ke Mapolsek Lawang,” urainya.
Menerima laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Butuh waktu dua minggu setelah kejadian, pada akhirnya petugas dapat meringkus tersangka di rumahnya. Selama buron, tersangka diketahui kabur ke rumah temannya di sekitar Kebun Raya Purwodai, Kabupaten Pasuruan. “Begitu mendapat informasi terangka pulang ke rumahnya, kami langsung menangkapnya,“ tegasnya.
Sementara itu menurut pengakuan tersangka kepada penyidik yang memeriksanya, baru satu kali melakukan kejahatan pencurian. Dia berdalih melakukan hal itu, lantaran ingin mempunyai motor supaya mempermudah untuk mencari pekerjaan.
“Saya tidak berniat untuk jual motor tersebut. Saya melakukan hal itu karena kepepet tidak punya uang. Nantinya motor itu, saya buat cari kerja ke Pasuruan,” kilahnya. (big/aim)