Ikut Keroyok Warga, Anggota Dewan Dipolisikan

KORBAN: Untung, setelah menjalani pemeriksaan keterangan saksi korban di Mapolres Malang.

BANTUR - Diduga melakukan pengeroyokan, seorang anggota DPRD Kabupaten Malang dari FP Golkar berinisial SG, dilaporkan ke Mapolres Malang, Selasa siang. Dalam pengaduan yang dibuat seorang korban yakni Untung, 48 tahun warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, dijelaskan kalau aksi itu berlangsung di sebuah warung kopi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, pada Senin (28/10) kemarin.
Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami luka di bagian kepala. Sementara untuk pengembangan penyelidikan, petugas masih melakukan pendalaman saksi-saksi. Termasuk, motif dari pelaku aksi pengeroyokan.
“Dari pemeriksaan sementara, diketahui kalau pelaku lebih dari empat orang. Pelaku datang menggunakan dua unit kendaraan dan melakukan pengeroyokan sehingga mengakibatkan luka. Untuk pengembangan, selain saksi korban akan dipanggil pula saksi lainnya. Dari sini pula, akan diketahui apa motif dari pelaku. Termasuk, identitas dari pelaku pengeroyokan,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Dikonfirmasi terpisah, Untung yang usai diperiksa sekitar pukul 13.30, menjelaskan kalau pelaku pemukulan yang menimpanya memang dilakukan seorang anggota dewan. Bahkan, sebelum aksi pemukulan bersama-sama itu berlangsung, dirinya sempat dituduh menghalang-halangi usaha menambang.
“Malah saya juga dituduh provokator. Bahkan, disebut-sebut pula akan membuat gara-gara. Usai menuduh saya,  pelaku langsung melakukan pemukulan,” kata Untung.
Saat pertama dipukul, dirinya masih sempat mengelak. Namun, karena pemukulan kemudian diteruskan oleh pelaku, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Saya dua kali dipukul olehnya. Sementara yang lain, saya tidak ingat. Dia (SG) melakukan pemukulan bersama rekan dan orang yang dibawanya. Pemukulan sendiri, juga terjadi pada dua teman saya. Keduanya, tidak melapor dan hanya sebagai saksi,” tambahnya.
Masih menurut Untung, bagaimana kejadian pengeroyokan itu berakhir, dirinya tidak paham. Itu karena, saat dikeroyok dia berhasil meloloskan diri. Hanya saja, kuat dugaan kalau aksi itu dipicu dari masalah pasir besi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan.
“Motifnya memang masalah penambangan pasir besi. Kebetulan, SG memang sering bersama penambang,” ujar Untung.
Hanya saja, hingga berita ini diturunkan SG belum bisa dikonfirmasi. Hingga belasan kali Malang Post menghubungi SG melalui telepon seluler dan telepon rumahnya, tidak mendapatkan respon. Meski ada nada masuk.
Ketua DPD Partai Golkar, Rendra Kresna, dikonfirmasi terpisah meminta agar kedua-belah pihak bisa saling berdamai. Sehingga, tidak sampai berlanjut kepada masalah hukum.
“Saya memang sudah mendengar kabar itu. Intinya, ini kan masih tuduhan. Jadi, dilihat dahulu saja bagaimana prosesnya. Yang jelas, sepenuhnya diserahkan kepada petugas. Saya berharap, yang bersangkutan bisa proaktif. Mengenai sanksi, tentu akan dilihat dahulu bagaimaa prosesnya,” kata Rendra. (sit/aim)