Penyelundupan 1.600 Liter Solar Bersubsidi Digagalkan

MALANG POST – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih tetap menjadi primadona bagi para pencoleng. Selasa (29/10) kemarin, Unit Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap pelaku penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 16.000 liter dari tiga unit truk tangki. ‘’Penangkapan kita lakukan ketika awak truk bertuliskan See Oil tengah memindahkan isi muatannya ke dalam kapal Saporo,’’ kata AKP Anton Prasetyo, Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak di kantornya, kemarin.
Dikatakan, sebelum penangkapan dilakukan pihaknya terlebih dahulu menanyakan surat-surat dokumen kelengkapan muatan. Hasilnya, Ratno (34 tahun) lantas menunjukkan dokumen yang di atasnya tertulis BP Migas. Tetapi, setelah disodori dokumen dan surat jalan tersebut dan diperhatikan secara detail ternyata dokumen itu aspal (asli tapi palsu). ‘’Saat itu juga pelaku langsung kita amankan dan truk dijadikan barang bukti,’’ tuturnya.
Menurut Anton, dalam dokumen itu juga tertulis nama PT Samudra Etam Energi sebagai pemilik beberapa DO (delivery order). Artinya, solar itu ditujukan untuk PT Samudra Etam Energi dalam beberapa kali pengiriman sesuai jumlah DO.
Padahal, perusahaan ini diduga adalah pemilik solar dan yang sengaja melakukan penyelundupan. Dokumen dibuat sekedar alibi untuk mengelabui petugas jika terjadi pemeriksaan. ‘’Seolah-olah solar subsidi yang mereka bawa adalah barang resmi, sesuai DO yang dikeluarkan BP Migas. Padahal, solar yang diangkut dalam tiga truk tangki itu adalah solar selundupan,’’ paparnya.
Sesuai pemeriksaan, Ratno menyebutkan, kalau solar itu dibeli dari sejumlah SPBU secara bertahap. Hasil pembelian kemudian dikumpulkan di sebuah gudang sampai memenuhi target pengiriman. ‘’Begitu solar pembelian itu sudah terkumpul, baru dipindahkan ke dalam truk tangki untuk dijual ke kapal-kapal di pelabuhan. Karena, mereka yakin, solar bersubsidi pasti laku keras karena harganya jauh lebih murah dibanding beli di SPBU,’’ katanya.
Ditambahkan Anton, aktifitas pengiriman solar ilegal itu diduga telah dilakukan cukup lama. Asumsi ini didasarkan banyaknya kapal di kawasan pelabuhan yang menjadi langganan tetap pelaku.
Guna pengusutan lebih lanjut, Polres Tanjung Perak akan memanggil manajemen See Oil terkait kasus penyelundupan ini. ‘’Penyidikan perlu kita lakukan apakah See Oil benar-benar terlibat atau tidak dalam kasus ini. Sebab, solar ilehal ini diangkut dengan armada truk mereka,’’ pungkasnya.
Sementara itu karena kasus ini tersangka akan dijerat pasal 55 dan atau 53, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (has/udi)