Golkar Siapkan Kuasa Hukum, BK Tunggu Hasil Polres

SIAP DIPERIKSA: Anggota FP Golkar, Sugiyanto, yang mengaku siap diperiksa guna meluruskan tuduhan laporan yang dialamatkan kepadanya.

Sugiyanto Mengaku Hanya Melerai Perkelahian
KEPANJEN – Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kabupaten Malang akan all out untuk mendampingi anggotanya, Sugiyanto yang ditunduh melakukan pengeroyokan terhadap warga Untung, 48 tahun warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan. FPG sudah menyiapkan kuasa hukum untuk mendampingi anggotanya yang terjerat tindak pidana.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota FPG, Sugiyanto dilaporkan Untung ke Mapolres Malang. Sugiyanto dilaporkan Untung atas tuduhan pengeroyokan yang terjadi di warung kopi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Aksi itu berlangsung, diduga karena bermotif masalah penambangan pasir besi yang ada Gedangan.
“Kalau ditanya sikap, tentunya dari partai atau pengurus akan memberikan pendampingan. Badan Hukum dan Advokasi Hak Asasi Manusia di DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, itukan ada. Jadi, pendampingan akan diberikan kepada yang bersangkutan,” kata  Ketua FPG DPRD Kabupaten Malang, H. Achmad Andi kepada Malang Post, kemarin.
Setelah mengetahui laporan dari Sugiyanto, Andi masih yakin kalau anggotanya itu tidak bersalah.  “Mendengar cerita yang sesungguhnya, saya yakin Sugiyanto tidak bersalah,” tambahnya.  
Terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Malang, Suparman, menjelaskan untuk sementara ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang ditangani oleh Polres Malang. Dengan alasan, benar atau tidaknya pengaduan itu, masih belum tahu. Termasuk, kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
“Bagaimana hasilnya akan dipantau dahulu. Dari situlah, nanti bisa mengambil langkah-langkah,” ujarnya.
Kalau memang yang bersangkutan melakukan kesalahan, ujar Suparman, pastinya ada sanksi yang akan diberikan. Tetapi sebaliknya, kalau memang tidak ada, maka ya tidak ada sanksi.
“Mengenai masalah ini, BK DPRD Kabupaten Malang tidak melakukan pendampingan. Karena biasanya, bentuk pendampingan itu akan diberikan langsung dari partai,” imbuhnya.
Sementara itu Sugiyanto, membantah semua yang dituduhkan Untung kepadanya. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya salah besar. Dalam kejadian yang berlangsung di warung kopi, dirinya tidak turut serta.
“Saya ini anggota dewan. Saya waktu itu juga bersama sopir, istri dan anak yang masih usia 3 tahun. Jadi, mana mungkin saya ikut berkelahi. Apalagi, sampai memukul korban. Saya berhenti di lokasi kejadian, itu karena ada perkelahian dan bermaksud melerai,” ungkap Sugiyanto di rumahnya.
Karenanya, tambah Sugik sapaan akrab Sugiyanto, dirinya sangat dirugikan dengan keterangan yang disampaikan oleh korban. Karena pada pengaduan yang dilayangkan, dirinya seolah-olah pelaku utama.
“Saya tidak akan menuntut balik atas pencemaran nama baik ini. Namun, saya akan bersikap proaktif dengan pengaduan itu. Karenanya, kapan saja dipanggil untuk diperiksa, saya siap untuk datang,” terangnya.
Disinggung mengenai kuasa hukum, Sugik mengatakan, dirinya akan menggunakan kuasa hukum yang disiapkan oleh partai. Karena sampai kemarin, dirinya tidak menyangka kalau reaksinya yang melerai perkelahian, malah dijadikan sasaran tuduhan pengeroyokan.
“Saya malah menyiapkan kuasa hukum terhadap pihak lawan dari Untung. Karena dalam kejadian itu, salah satunya adalah adik saya. Sementara saya sendiri, dalam kejadian itu tidak ikut apa-apa. Ketika saya datang, aksi perkelahian itu berhenti dengan sendirinya. Makanya, kalau dalam laporan polisi akhirnya saya yang malah dituduh, ya pakai kuasa hukum dari partai saja,” ungkap pria berkumis ini. (sit/aim)