Wanita Hamil Tewas Jadi Korban Tabrak Lari

Barang bukti sepeda motor milik korban yang diamankan di Pos Laka Kepanjen.

PAKISAJI – Kecelakaan maut kembali merenggut korban jiwa. Kali ini terjadi di Jalan Raya Dusun Dawuhan, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Rabu (30/10) malam. Evi Sulistyoningsih, 20 tahun, karyawati bakso duro ini yang menjadi korbannya. Dia meninggal dunia akibat luka serius di kepala. Tragisnya lagi, korban dalam kondisi sedang hamil dua bulan.
“Korbannya sedang hamil muda. Usia kandungannya sekitar dua bulan. Semalam saya langsung mengantarkan visum kematiannya ke kamar mayat RSSA Malang,” ujar petugas Pos Laka Lantas Kepanjen.
Peristiwa kecelakaan tersebut, terjadi sekitar pukul 20.30 di KM 105-106 (Surabaya – Blitar). Malam itu, dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario N 3621 JZ korban berniat pulang ke rumahnya di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji. Dia baru saja selesai bekerja sebagai karyawati bakso duro Kepanjen.
Biasanya saat pulang kerja, dia dijemput oleh suaminya. Tetapi malam itu pulang sendiri dengan mengendarai motor. Ketika melintas di lokasi kejadian, korban yang melaju dari selatan ke utara, berusaha mendahului laju kendaraan mobil tak dikenal yang ada di depannya.
Mungkin karena saat menyalip itu terlalu ke kanan, dari arah berlawanan utara ke selatan, berpapasan dengan sepeda motor Honda Supra AG 4923 LC yang dikendarai Fendi Eko Cahyono, 16 tahun, warga Desa Tulungrejo, Gandusari, Blitar. Lantaran jarak antara kedua motor cukup dekat, akhirnya mengakibatkan tabrakan hingga membuat korban jatuh.
Ketika jatuh inilah, dari arah selatan ke utara melaju mobil tak dikenal yang langsung menabrak tubuh korban. Usai menabrak mobil langsung kabur ke utara. Sementara warga sekitar yang melihat langsung menolong dengan melarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Tetapi dalam perawatan, pukul 23.00 korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kasus kecelakaan itupun, langsung ditangani petugas Laka Lantas Polres Malang. “Untuk kedua sepeda motor yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan sebagai barang bukti. Sedangkan untuk kendaraan mobil yang kabur, kami masih menyelidikinya,” terang Kaposlaka Kepanjen, AKP Winarto.(agp/aim)