Periksa 10 Saksi,Terjadi Tahun 2008

Dugaan penyelewengan dana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mendapat perhatian dari Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI Jawa Timur. PPLP-PT  mengirimkan kuasa hukum untuk menjawab persoalan yang membelit Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Juga menyiapkan tim kuasa hukum jika nanti ada peningkatan status dari saksi menjadi tersangka.
PPLP-PT turun dalam kasus itu selaku penyelenggara atau semacam yayasan untuk Unikama. Yang dikirim ke Malang adalah Suwandi SH, selaku Sekretaris Lembaga konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Jawa Timur. Suwandi mengakui bahwa dana hibah dari Dikti tahun 2008 itu memang tengah diteliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang.
“PPLP-PT sebenarnya sudah mengajukan untuk mendampingi para saksi itu sejak diundang sebagai saksi mulai Mei 2013 lalu, namun ditolak Kejari karena bisa didampingi ketika berstatus tersangka,” ujar Suwandi kepada Malang Post, kemarin.
Menurut dia, yang perlu ditegaskan dalam hal ini adalah periode rektor pada saat dana hibah turun. Saat dana Dikti turun 2008, Rektor Unikama dijabat oleh H.M Amir Soetedjo. Dari Tedjo,sapaan akrabnya, tampuk rektor berpindah kepada Dr Hadi Sriwiyana, hingga sekarang dijabat Dr Pieter Sahertian.“Perlu disebutkan bahwa periode dugaan penyelewengan itu terjadi pada periode tahun 2008,” tegasnya.
Dia membenarkan bahwa dana hibah Dikti itu sebesar Rp 3 miliar, terdiri dari Rp 2,3 miliar untuk sarana fisik dan Rp 700 juta untuk pengembangan SDM. Meski telah ditangani Kejari, kata Suwandi sampai saat ini, Unikama belum membentuk tim internal untuk memelototi pemakaian dana.
“Sampai saat ini belum ada diskusi internal untuk sikapi kasus ini, karena kita berpegang pada azas kehati-hatian, mengenai kasusnya kita tunggu kejaksaan saja, kita belum bisa katakan ada penyelewengan ada atau tidak penyelewengan itu, tunggu hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Suwandi juga menjelasaskan, bahwa yang diperiksa sekitar 10 orang. Terdiri dari satu staff PPLP-P, enam dosen serta tiga staff rektorat diantaranya merupakan bendahara. Jika dari 10 orang itu ada yang ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya siap memberikan bantuan hukum.
“Bantuan hukum kita menunggu penunjukan dari PGRI Provinsi Jawa Timur, serta keinginan dari orang per orang,” imbuhnya.
Pihak Unikama sendiri, dikatakan dia, bersikap kooperatif dalam pemeriksaan Kejari. Yang jelas persoalan itu tidak akan menganggu kinerja Unikama. Siapa saja orang-orang tersebut, Suwandi enggan membeberkan, karena menjadi wilayah Kejaksaan.
Sesuai penelusuran Malang Post, diantara 10 orang itu masih tetap bekerja di Unikama. Seperti staff rektorat berinisial Fi serta staf lainnya berinisial Al. Adapun saksi lain yang diperkirakan menjadi saksi adalah dari pihak PPLP-PT berinisial Tj.
Seperti diberitakan Malang Post, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, segera merilis tersangka untuk dugaan penyelewengan dana Dikti di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Jika tak ada halangan, Kejari akan merilis nama-nama tersangka pada Rabu (6/11) mendatang. Sejumlah oknum di Unikama diduga menyelewengkan dana Dikti sebesar Rp 3 miliar.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Malang Munasim SH MH, kepada Malang Post. Menurut dia, dugaan penyelewengan dana itu, berasal dari dana Dikti pada tahun 2008 silam. Sampai saat ini, pihaknya telah memeriksa sekitar 10 saksi atau disebut pemberi keterangan. Sebelum dirilis, pada Senin (4/11) mendatang.‘’Sudah kita tingkatkan ke penyidikan, Senin kita ekspose, hari Selasa proses penyempurnaan administrasi dan Rabu kita rilis,’’ ungkap Munasim ditemui di ruang kerjanya.(ary/nug)