Polisi Periksa Lima Saksi Perampkan UPT Murnajati

TKP UPT Latkesmas Murnajati Lawang, yang menjadi sasasaran perampkan tampak sepi.

LAWANG - Penyelidikan terhadap para pelaku perampokan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Latkesmas) Murnajati Lawang, terus dilakukan Polisi. Hasil sementara, pelaku sangat profesional dan paham benar terhadap seluk beluk tempat pelatihan milik Provinsi Jawa Timur (Jatim) tersebut. Para pelaku sangat cepat dan lihai saat menjalankan aksinya.
Karena itu, Polisi fokus pada residivis yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan dan jaringan pelaku perampokan yang selama ini belum dapat ditangkap oleh petugas kepolisian.
“Pelaku yang jelas profesional dan berani. Karena tidak butuh lama melumpuhkan kedua penjaga,“ terang sumber Malang Post di Polsek Lawang kemarin.
Menurut pria yang minta tidak disebutkan identitasnya itu mengemukakan Reskrim Polsek Lawang juga sudah mendalami kemungkinan pelaku yang sering beraksi antar kota. Pasalnya, Kecamatan Lawang merupakan pintu masuk Kabupaten Malang. Sehingga tempatnya berdekatan dengan Kabupaten Pasuruan.
“Kemungkinan para pelakunya yang sering berkasi antar kota maupun kabupaten. Tidak dipungkiri juga kawanan perampok tersebut berasal dari luar Malang,“ bebernya.
Sementara itu, hingga sekarang Reskrim Polsek Lawang sudah memeriksa lima orang saksi yang terkait dengan perisitiwa tersebut. Yakni tiga orang petugas Satpol PP Provinsi Jatim yang sekaligus korban yakni Topo, Yudi dan Faiz. Sedangkan dua saksi lainnya yakni Lasito dan Suliyah yang membebaskan tiga penjaga yang diikat.
“Kelimanya sudah diperiksa secara maraton selama dua hari berturut-turut,“ ujar Kanit Resrkrim Polsek Lawang Iptu Imron SH. M.Hum.
 Mantan Kait Reskrim Polsek Kepanjen ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan itu, diketahui ciri-ciri kawanan perampok yag menggondol uang tunai Rp 3.5 juta.
Dia merinci ciri-ciri antara lain, pelaku melakukan ancaman dengan logat bahasa Indonesia Timur, tiga orang berbadan tinggi-tegap, dua orang berbadan sedang tegap dan mengancam menggunakan parang..
“Ya bisa saja pelakunya berasal dari luar Malang. Termasuk juga para pelaku berkedok menggunakan logat bahasa Indonesia Timur bisa saja terjadi. Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi dan saat ini masih kami dalami,“ terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perampokan di UPT Latkesmas Murnajati Lawang terjadi pada Jumat (31/10) kemarin. Pelaku yang dietahui berjumlah lima orang itu, beraksi sekitar pukul 02.30 wib dini hari dan menggondol uang Rp 3.5 juta yang akan digunakan untuk membayar langganan listrik  (big/aim)