Sugiyanto Ditetapkan Sebagai Tersangka Pengroyokan

KEPANJEN – Kasus pengeroyokan yang diduga melibatkan anggota DPRD Kabupaten Malang, Sugiyanto tinggal selangkah lagi. Polisi tinggal menunggu izin resmi dari gubernur Jawa Timur untuk memeriksa politisi dari Fraksi Partai Golkar (FPG) tersebut dengan status tersangka.
Pernyataan itu disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, kepada Malang Post. Menurutnya, setelah izin pemeriksaan dari Gubernur Jatim turun, secepatnya Sugiyanto akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.
“Surat izin pemeriksaan ke gubernur Jatim, baru akan kami layangkan Senin (4/11). Nanti setelah izin turun akan langsung kami layangkan surat pemanggilannya,” ujar Aldy.
Kata dia, rencana pemanggilan Sugiyanto tersebut, setelah penyidik merampungkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Diantaranya Untung, korban pemukulan sekaligus pelapor. Lalu MY warga Kecamatan Bantur, yang juga salah satu korban pemukulan.
Kemudian SM, pemilik warung yang mengetahui kejadian, SW, warga Kecamatan Gedangan serta SS, warga Kecamatan Bantur, yang merupakan saksi mata.
“Dalam keterangan kelima saksi yang sudah diperiksa, mereka mengatakan sama. S (Sugiyanto) yang disebut sebagai anggota dewan ikut melakukan pemukulan,” terang Aldy.
Sementara itu, sembari menunggu surat izin pemeriksaan Sugiyanto dari gubernur Jatim turun, Senin (4/11) besok polisi akan memanggil empat orang yang diduga ikut melakukan pengeroyokan. Salah satunya bernama Suwadi. Surat pemanggilan keempat pelaku lain ini, akan dilayangkan hari ini.
Hanya untuk status pemanggilan mereka sementara baru sebagai saksi. Nantinya setelah izin pemeriksaan Sugiyanto turun, mereka akan diperiksa lagi sebagai tersangka. “Besok (hari ini, red) surat pemanggilan untuk mereka akan diberikan penyidik. Jika dua kali pemanggilan tidak datang, baru nanti akan kami paksa dengan menjemputnya,” tegas mantan tenaga pendidik SPN Brimob Polda Jatim ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota FPG, Sugiyanto dilaporkan Untung ke Mapolres Malang. Sugiyanto dilaporkan Untung atas tuduhan pengeroyokan yang terjadi di warung kopi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Aksi itu berlangsung, diduga karena bermotif masalah penambangan pasir besi yang ada Gedangan.(agp/aim)

Siap Diperiksa
Anggota FP Golkar DPRD Kabupaten Malang, Sugiyanto bersikap proaktif terhadap rencana pemanggilan dirinya oleh penyidik Polres Malang. Pria yang disangka melakukan pengeroyokan terhadap Untung, 48 tahun warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, mengaku siap menjalani pemeriksaan jika memang penyidik mengharap keterangan darinya.
“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya siap jika memang diminta untuk memberikan keterangan. Karena bagaimana pun, dari situ akan terurai kebenaran atau tidaknya, tuduhan yang diarahkan kepada saya,” kata pria yang duduk sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang itu.
Disinggung mengenai surat panggilan, pria yang domisili di Desa Pringgondani-Bantur itu mengungkapkan, untuk sementara masih belum diterimanya. Karenanya, masih ditunggu apakah memang ada surat panggilan untuknya atau malah memanggil saksi lain.
“Kalau memang ada (surat panggilan), tentunya datang. Tapi sementara ini masih belum ada,” terangnya.
Ditanya kembali soal kejadian yang membuat namanya terseret tuduhan, pria berkumis itu menjelaskan, dirinya tidak tahu jelas dengan kejadian yang berlangsung di warung kopi Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Keberadaan dia di lokasi itu, karena ada aksi perkelahian yang melibatkan Untung dan Sumadi. Dengan tujuan untuk melerai, makanya dia turun dari mobil yang ditumpanginya bersama istri dan anak serta sopir.
“Apa kejadian yang sesungguhnya, saya tidak tahu. Justru karena saat akan pulang ada perkelahian, saya berhenti dan mencoba melerai,” terangnya. (sit/aim)