Pabrik Meubel Terbakar, Rp 3 M Ludes

Diduga akibat reaksi bahan yang mudah terbakar, pabrik meubel CB Ardi Putra, di kawasan Sumpil Gang 2, Sabtu (2/11) pagi kemarin, ludes dilalap si jago merah. Percikan api, diyakini berasal dari gudang penyimpanan, yang terletak di bagian belakang bangunan rumah milik Dwi Suparman alias Tawi.
Rumah yang beralamat di Jalan Cakalang 235 B itu, kebetulan menyatu dengan bengkel kerja dan gudang yang memanjang hingga perbatasan Polowijen-Sumpil. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian yang diakibatkan kebakaran lepas subuh kemarin diprediksi mencapai Rp 3 miliar.
Kondisi medan yang sempit, cukup menyulitkan petugas pemadam kebakaran (PMK), untuk memadamkan kobaran api. Enam unit mobil PMK yang dikerahkan, sampai harus lima kali bolak balik mengisi tangki.
‘’Ketika kami datang, api sudah besar. Pintunya sulit dibuka dan medan terlalu sempit, sehingga mobil kami sulit masuk. Kalau dihitung, berarti butuh 30 unit PMK untuk membuat kobaran benar-benar padam,’’ beber Danru 2 PMK Kota Malang, Didik Pujiantoro.
Titik api mulai terlihat di lokasi selepas subuh, sekitar pukul 04.30 WIB. Begitu mendapat laporan, setengah jam kemudian petugas PMK sudah tiba di area gudang. Namun, karena jalannya sempit, mobil PMK terpaksa memutar balik ke Jalan Cakalang karena pintu utama pabrik berada di sisi sebaliknya (Polowijen).
Kobaran api begitu besar dan melahap hampir semua bagian gudang. Padahal, jarak antara gudang dengan perumahan warga sangat dekat. Penduduk sekitar bahkan sudah ancang-ancang meninggalkan rumah agar tak setor nyawa di lokasi kejadian.
‘’Kami sudah siap-siap saja dari tadi. Tapi, ternyata api tidak sampai merembet ke luar gudang,’’ ujar Sukani, pemilik rumah Jalan Cakalang No 235 yang berada persis di samping pabrik CV Ardi Putra.
Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB, atau hampir lima jam setelah meludeskan bangunan dua kavling bermuatan tiner dan kayu tersebut.
‘’Kita belum bisa mengetahui apa pemicu sebenarnya. Bisa jadi karena tiner dan bahan yang mudah terbakar lainnya di dalam gudang. Nanti data-data baru diolah lebih lanjut. Sementara petugas PMK biar konsentrasi memastikan api benar-benar padam dulu,’’ tukas Aiptu A Karim, anggota Polsek Blimbing, di lokasi kejadian.
Begitu juga Tawi yang tampak lunglai belum bisa menghitung kerugian yang dideritanya. Ditemani putrinya, pria paro baya itu masih tampak shock dan lemas di beranda depan rumah.
‘’Bisa dilihat sendiri kira-kira seperti itu bagaimana. Saya masih belum bisa ngomong apa-apa,’’ jawabnya dengan wajah pucat pasi. (tom/avi)