Lapas Lowokwaru Overload

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin dan Ketua Komisi III DPR RI Pieter C. Zulkifli Simabuea, menggelar sidak di Lapas Lowokwaru, kemarin. Amir dan Pieter, mengelilingi blok sel tahanan dan berdialog dengan para tahanan. Bahkan Amir sempat mencicipi makanan yang akan disajikan untuk tahanan dan narapidana.
Kedatangan Menkum HAM dan Ketua Komisi III, sekitar pukul 08.00 itu, diikuti juga oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Indro Purwoko. Rombongan tersebut mengelilingi lapas untuk melihat dari dekat kondisi para tahanan dan napi.
Amir dan Pieter meninjau blok Kakaktua yang ditempati para tahanan. Di blok tersebut, terdapat sekitar 12 kamar. Setiap kamar dihuni antara 23 sampai dengan 28 orang. Yang dikunjungi antara lain kamar 12 berisi 27 tahanan, kamar 11 23 orang, kamar 10 28 orang dan kamar 9 berisi 23 orang. ‘’Bagaimana makanan enak? Airnya cukup, apa tidak,’’ tanya Amir kepada tahanan dari Flores.
Setiap napi disalami dan mendapatkan pertanyaan yang sama dari Amir. Sepertinya dia ingin mendapatkan jawaban yang berbeda dari setiap tahanan. Setiap masuk ke kamar tahanan, pria ini selalu mengucapkan salam.
‘’Ini sumurnya juga sudah mencukupi seluruh kebutuhan warga ya,’’ tanyanya kepada Kepala Lapas Lowokwaru, Herry Wahyudiono. Herry menjelaskan, sumur itu peninggalan lama yang dulu digali secara manual.
Dari blok Kakaktua, selanjutnya Amir langsung meminta diantar ke dapur umum. Disana, sejumlah napi tengah memasak dan mengepak nasi berisi sayur jamur dan daging. ‘’Ini layak makanannya, saya pernah memakan yang lebih tidak enak dari ini,’’ ujarnya.
Tak hanya disitu, Amir melanjutkan menuju ke rumah sakit lapas. Disana ada sekitar 12 pasien dari total 16 kamar tidur yang tengah dirawat. Amir menanyai satu-satu kepada para tahanan, apakah sudah mendapatkan penanganan atau belum. Salah satunya pasien bernama Isman yang ternyata tak bisa bicara.
‘’Dari kunjungan saya sebelumnya, hari ini (kemarin, Red.) Lowokwaru jauh lebih baik. Ini membanggakan karena juga mendapatkan United Nation Aid penanganan HIV dan Aids dua tahun berturut-turut,’’ jelasnya.
Namun, Amir mengakui adanya over kapasitas di setiap lapas. Bahkan Lowokwaru yang seharusnya 936 orang, harus diisi 1.842 warga binaan. Mereka terdiri dari 1.452 narapidana serta 390 tahanan. Sekitar 40 persen dari warga binaan itu adalah para narapidana dan tahanan kasus narkotika.
‘’Memang over kapasitas menjadi problem kita. Di lapas di Sumatera bisa sampai 400-500 persen. Tinggal dioptimalkan pengelolaan, pemerintah menaruh perhatian besar untuk melanjutkan proyek lapas yang sudah dimulai 2010,’’ urainya.
Secara simultan bersifat dua arah, pemerintah akan membangun fasilitas dan sistem diupayakan lebih baik. Terutama warga dari kasus narkotika akan dikurangi, karena sudah diteken MoU dengan BNN.
Termasuk ada program 2014 dengan anggaran Rp 1 triliun. Di Jawa Timur akan dipakai untuk melanjutkan pembangunan Lapas Pamekasan. Namun untuk Lowokwaru belum ada program seperti itu.
‘’Itu merupakan program dan perencanaan harus disusun sebaik-baiknya. Itu policy luar biasa. Selama ini tidak ada di Kemenkum HAM. Untuk sarana dan prasana LP harus ada skala prioritas,’’ tegasnya.
Mendampingi kunjungan Menteri, Pieter menilai, sejauh ini kondisi Lapas Lowokwaru lebih bagus, lebih bersih dan makanan bagus. Walaupun kapasitas overload karena situasional, yakni adanya penambahan tahanan luar dan narkoba.
Kata politisi Partai Demokrat ini, perlu waktu untuk membenahi dan memberikan pelayanan yang maksimal. ‘’Akan jadi agenda pembahasan komisi III selama ini. Kita berusaha memperbaiki terus,’’ tegasnya.
Usai dari Lapas Lowokwaru, Pieter dan Amir kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Sekitar pukul 13.30, mereka juga menggelar kunjungan ke Lapas Wanita di Sukun.
Disana, sejumlah atraksi budaya dipersembahkan warga binaan kepada Menkum HAM serta Ketua Komisi III DPR-RI Pieter C. Zulkifli Simabuea. (ary/avi)