Bus Pariwisata Nyemplung Jurang

NAAS : Bus Medali Mas yang naas masuk ke dalam jurang belum bisa dilakukan evakuasi

LAWANG - Bus Pariwisata Medali Mas yang membawa karyawan Bank BTN Malang wisata ke Kebon Teh Wonosari Lawang, masuk ke dalam jurang sedalam 30 meter di Desa Ketindan Kecamatan Lawang Sabtu (2/11) petang kemarin. Bus bernopol N 7135 UA yang dikemudikan Misidi, 56 tahun warga Jalan Sumpil Gang IA Kota Malang itu, diduga mengalami rem blong saat melintasi taikungan dan tajakan di lokasi kejadian.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya kernet bernama Sueb, 60 tahun, warga Dusun Blobo RT 4 RW 1 Desa Sukoraharjo, Kepanjen mengalami luka lecet-lecet. Sedangkan 20 penumpang karyawan Bank BTN Kota Malang seluruhnya selamat.
“Tidak ada penumpang yang sampai mengalami luka serius. Hanya luka ringan saja. Setelah dievakuasi dan mendapat perawatan mereka langsung pulang,“ ujar petugas laka Pos Lantas Lawang Bripka Haryanto kepada Malang Post kemarin.
Diperoleh keterangan, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 wib. Semula bus berwarna merah itu berjalan normal dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi kejadian yang memang mempunyai medan berkelok dan menanjak, tiba-tiba sopir tidak bisa mengendalikan lajunya. Hingga terprosok ke dalam jurang se dalam 30 meter.
Laju bus baru berhenti, ketika menabrak pohon sengon yang ada di jurang tersebut. Tabrakan itu, mengakibatkan kaca depan bus berwarna merah tersebut pecah. Kemudian, 20 penumpang yang ada di dalam bus, sontak keluar semuanya. Sedangkan kernet bus yang mengalami luka lecet, langsung mendapatkan perawatan dari warga sekitar.
Sementara warga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Lawang. Petugas yang datang, tidak bisa langsung melakukan evakuasi terhadap bangkai bus naas tersebut, karena medan terlalu berat. “Selain itu, hari sudah petang. Sehingga sulit dilakukan evakuasi karena minim pencahayaan,“ terang Haryanto.
Sedangkan terkait penyebab kecelakaan, pihaknya belum bisa memastikan bahwa rem bus. Juga termasuk dugaan lainnya yakni sopir yang mengantuk, sehingga tidak mengetahui jalan berkelok dan menanjak.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Namun, kami himbau kepada pengendara agar lebih berhati-hati lagi saat melintasi kawasan tersebut. Karena medannya yang berat, sehingga seringkali terjadi kecelakaan,“ tutupnya. (big/aim)