Minta Cerai, Istri Dibunuh

Imam alias Sumeleh

MALANG- Imam alias Sumeleh, 60 tahun, warga Jalan S Supriyadi IX Malang, dibekuk anggota Reskrim Polsekta Sukun. Dia ditangkap usai menusuk pinggang Tiana, 41 tahun, istri ke-empatnya di halaman parkir GOR Bima Sakti, kemarin pagi. Akibat tusukan itu, warga asal Bakalan Krajan, Sukun itu tewas seketika di lokasi kejadian. Hingga kemarin, Sumeleh masih menjalani pemeriksaan intensif. “Masih kita periksa intensif,” tegas Kapolsekta Sukun, AKP Toyib Subur.
Informasi yang didapat Malang Post, Sumeleh mengaku nekat menusuk istrinya karena geram. “Saya memang memiliki masalah rumah tangga. Namun dia selalu minta cerai,” tuturnya kepada wartawan.
Menurut pensiunan PT. KAI ini, dia sudah berulangkali meminta kepada istrinya agar tidak mengajukan gugatan cerai. Kemarahannya memuncak ketika sehari sebelum peristiwa itu, istrinya meninggalkan rumah dan pergi ke rumah Saini, 57 tahun, kakak iparnya.
Kemarin pagi, saat Tiana pergi bekerja di sekitar GOR Bima Sakti, Sumeleh pun datang sambil membawa pisau dapur. Begitu bertemu, dia langsung menusukkan pisau tersebut. “Adik saya ini sering menjadi korban kekerasan yang dilakukan suaminya. Sebab itu dia minta cerai. Saat di rumah saya, Tiana juga mengeluh sakit dan minta dikeroki,” ujar Saini ditemui di kamar jenazah RSSA Malang.
Menurutnya, saat adiknya hidup berumahtangga dengan pelaku seringkali diminta uang. “Padahal, adik saya itu sudah membantu bekerja serabutan di sekitar GOR Bima Sakti,” ucapnya.
Permintaan cerai Tiana kepada suaminya juga diungkapkan Ketua RW 04, Luthfi Effendi. “Benar, korban sudah mengajukan gugatan cerai dan suratnya masih dalam proses pengurusan,” paparnya. (mar)