Mancor, Dua Pemuda Dampit Disel

DAMPIT – Dua pemuda asal Kecamatan Dampit, sejak kemarin terpaksa meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Pemuda berinisial ART, 17 tahun, warga Desa Pamotan dan BO, 17 tahun warga Desa Majangtengah ini, ditahan karena melakukan penganiayaan terhadap Khoirul Anam, 16 tahun, warga Desa/Kecamatan Dampit. Korban dibacok dengan menggunakan senjata pancor, hingga mengalami luka robek di kepala bagian belakang.
Informasi yang diperoleh, penganiayaan yang dilakukan kedua anak baru gede (ABG) tersebut, terjadi di Terminal Dampit awal pekan lalu. Ceritanya bermula saat korban bersama empat temannya jalan-jalan di sekitar terminal. Ketika itu, tanpa sebab tiba-tiba korban dan keempat temannya dikejar seekor anjing.
Karena takut, korban dan teman-temannya langsung berlari. Namun kegaduhan yang ditimbulkan korban ini, ternyata justru membuat kedua tersangka yang sedang mabuk minuman keras terganggu. Keduanya menegur korban dan teman-temannya, hingga terjadi cek-cok mulut.
Ketika perang mulut ini, seorang tersangka yang tidak terima pulang mengambil senjata pancor. Selanjutnya datang lagi ke Terminal Dampit untuk mencari korban. Begitu bertemu, tersangka lalu mengayunkan senjata pancor dan mengenai kepala belakang korban. Sedangkan seorang pelaku lain, memukul dengan potongan kayu.
Usai menganiaya, keduanya langsung kabur. Sementara korban yang terluka langsung ditolong dengan dilarikan ke Puskesmas dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Dampit. Berdasarkan laporan itulah, polisi lalu mencari para tersangka. Satu tersangka berhasil ditangkap di sekitar terminal, sedangkan satu lagi memilih menyerahkan diri.
Namun mengingat usia mereka yang masih di bawah umur, usai diperiksa keduanya lalu dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Barang bukti yang turut diamankan sebuah pentungan dan senjata tajam jenis pancor,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP M Aldy Sulaeman.(agp/lim)