Jejak Dua Pendaki Ditemukan di Blank 75

MALANG- Pencarian dua pendaki asal Jakarta yang hilang di Gunung Semeru sejak Jumat (8/11) dini hari, menemui titik terang. Tim SAR menemukan jejak dua pendaki asal Jakarta yang hilang di Semeru di kawasan jurang blank 75 kemarin sore. Keduanya diduga bergerak ke kawasan hutan Tawon Songo Kabupaten Lumajang.
Kepala Resort Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Toni Artaka mengatakan  kedua jejak kedua pendaki ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. “Kedua jejak kaki itu ditemukan oleh salah satu tim SAR yang melaporkan kepada kami melalui HT,” ujarnya saat dihubungi Malang Post kemarin sore.
Lanjut dia, dari jejak jelas yang ditemukan, dua pendaki terus bergerak. Kini para pencari yang terdiri dari petugas gabungan Resort TNBTS, SAR, pecinta alam dan porter terus menelusuri jejak kedua pendaki tersebut. “Semoga salah satu tim kita bisa segera menemukan survivor dalam kondisi selamat,“ ungkapnya.
Menurut keterangan yang dihimpun petugas, kedua pendaki yang hilang saat turun dari puncak Semeru hanya membawa sisa persediaan minum dalam dua botol. Diterangkan Artaka, yang dikhawatirkan kedua pendaki yang hilang itu mengalami hipotermia. Lantaran cuaca dingin dan diguyur hujan di Gunung Semeru.
Otomatis dengan cuaca hujan, pakaian mereka basah dan suhu tubuh akan semakin dingin atau turun. “Semoga mereka bisa tahan dengan keadaan itu. Kalau mereka berpengalaman mendaki, maka akan memilih berteduh bila terjadi hujan,“ katanya.
Sejak dilaporkan hilang, petugas TNBTS dibantu tim SAR dan porter membuat dua tim pencari. Masing-masing tim beranggotakan 15 orang.
“Mereka secara estafet melakukan pencarian. Namun, baru jejak kaki itu yang menjadi petunjuk. Belum ditemukan jejak lain seperti bungkus atau bekas lain dari kedua pendaki yang ditinggalkan,“ paparnya.
Sementara itu, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke masing-masing keluarga pendaki.
“Namun, hingga sekarang keluarga mereka belum datang. Mungkin masih perjalanan dari Jakarta,” terangnya.
Jika sampai hari ini belum ditemukan, maka TNBTS akan menggelar SAR terbuka untuk mencari kedua pendaki tersebut. (big/aim)