Ditemukan Mayat Wanita Didasar Jurang

MALANG POST – Warga Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Minggu (10/11) siang kemarin, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di sungai dasar jurang. Korban yang diperkirakan masih usia muda tersebut, diduga korban pembunuhan yang kemudian dibuang di jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter.
Dugaan sementara, mayat wanita tersebut bernama Yuana Miatisari, 23 tahun, warga sekitar yang hilang sejak 46 hari lalu. Indikasi itu, dari kemiripan pakaian yang masih melekat pada tubuh korban yang dikenali keluarga, yaitu memakai celana kain ukuran ¾ serta jaket switer warna hitam dengan penutup kepala.
Namun untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil otopsi di RSSA Malang. Sekaligus hari ini berencana mengambil sample darah korban serta keluarga Yuana untuk tes DNA. Pasalnya, ketika ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan dan sudah tidak bisa dikenali. Kepala serta kedua tangannya hilang. Selain itu kondisi tubuhnya juga sudah hancur.
“Untuk identitasnya kami masih belum memastikan. Meskipun ada kepastian dari keluarga korban yang hilang, tetapi untuk membuktikan harus menunggu otopsi dan tes DNA antara korban dengan keluarga yang mengaku kehilangan anak,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Jika hasil tes DNA tersebut cocok, baru polisi akan menyelidiki kematian korban, apakah dibunuh atau karena penyebab lain. Namun yang jelas, sampai malam kemarin polisi masih menyelidiki dengan memeriksa beberapa saksi. Termasuk seorang perangkat desa berinisial R, yang diduga ada kaitannya dengan hilangnya Yuana Miatisari.
Agus Setiawan, keponakan Yuana Miatisari, mengatakan Ana sapaan akrab Yuana Miatisari ini, hilang sejak 46 hari lalu. Ana yang merupakan anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Wakijan dan (alm) Ngatin ini diketahui hilang saat pamitan membeli pulsa.
“Sebelum hilang, sore hari Ana berpamitan keluar untuk membeli pulsa yang ada di belakang rumah. Tetapi sampai malam hari sudah tidak pulang. Ketika keluar juga memakai jaket switer warna hitam dan celana pendek ¾,” ujar Agus.
Sejak hilang itu, keluarga lalu melapor ke perangkat desa dan diteruskan kepada Kepala Desa. Pihak keluarga berusaha menghubungi nomor ponselnya tidak bisa. Saat bisa dihubungi yang menerima seorang laki-laki dan mengaku warga Semarang. Tetapi ketika dihubungi lagi sampai sekarang tidak bisa. “Kalau ada masalah sama keluarga tidak ada. Sebab Ana ini orangnya pendiam dan tidak banyak bercerita,” tutur Agus.
Jasim Musoleh, kakak ipar Ana menambahkan, keluarga juga sempat meminta bantuan beberapa paranormal. Namun dikatakan kalau korban berada di rumah temannya. Tetapi beberapa temannya ditanya juga tidak ada yang tahu.
Apakah Ana dekat dengan seseorang? Jasim menjelaskan, dari buku harian Ana yang ditemukan dalam kamar, tertulis ungkapan isi hati kalau Ana sedang menjalin asmara dengan seorang pria yang sudah beristri. Pria tersebut berinisial R, yang merupakan perangkat desa setempat. “Namun ketika R ditanya oleh Kepala Desa Dalisodo (Narto, red) dan warga sekitar seminggu lalu tidak mengaku. Padahal warga sudah banyak yang mengetahui kalau R ini menjalin hubungan dengan Ana. Bahkan, sebelum Ana hilang, R sempat dipergoki warga sedang membonceng Ana. Ketika ditanya dia semula mengatakan anak warga desa lain, dan berubah lagi tidak mengenal perempuan tersebut,” jelas Jasim.
Ditemukannya mayat wanita di sungai dasar jurang tersebut, bermula dari Kades dan warga sekitar melakukan pencarian Ana di sekitar jurang. Pencarian itu dilakukan sejak Ana dilaporkan hilang. Ketika menyusuri sekitar sungai, warga menemukan sesosok mayat yang kemudian dilaporkan ke Polsek Wagir.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Wagir diback up Identifikasi Polres Malang dan dibantu tim SAR menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Selanjutnya sembari menunggu identitas serta untuk mengetahui penyebab kematiannya, jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. (agp/udi)