Potongan Tubuh Korban Ditemukan Terpisah

Petugas dibantu Tim SAR dan warga ketika menemukan potongan tubuh korban. Insert foto Yaona Miatisari

Keluarga Yakini Mayat Yaona
WAGIR – Mayat wanita yang ditemukan di sungai dasar jurang Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir Minggu (10/11) kemarin, diyakni sebagai Yaona Miatisari. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukan jaket serta kaos warna biru dekat lokasi penemuan mayat yang diyakini keluarga milik Ona (Yaona Miatisari).
 “Jaket dan kaos warna biru itu memang milik anak saya. Ketika terakhir kali keluar rumah sebelum hilang juga memakai kaos biru,” ujar Wakijan, orangtua Yaona saat ditemui di rumahnya.
Jika memang mayat wanita yang kondisinya sudah hancur tersebut, bapak enam anak ini berharap polisi bisa memastikan penyebab kematiannya. Kalaupun Ona memang meninggal dunia karena menjadi korban pembunuhan, dia minta supaya pelakunya diproses hukum.
Tentang hubungan Ona dengan perangkat desa berinisial R yang menjabat sebagai kepetengan (keamanan), Wakijan memang membenarkan. Dia mengetahui setelah warga sekitar ramai membicarakan hubungan itu. “Setahu saya, hubungannya sejak enam bulan lalu,” katanya.
Sementara itu, Polres Malang bersama Polsek Wagir dibantu warga serta Tim SAR, Minggu malam pukul 22.30 kembali datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pencarian bukti petunjuk sekaligus sisa anggota tubuh korban yang sebelumnya hilang, dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman dan Kapolsek Wagir AKP Nuryono.
Hasil pencarian malam itu, polisi menemukan jaket warna hitam. Namun karena kondisi malam dan gelap, sekitar pukul 02.30 pencarian dihentikan, kemudian dilanjutkan pagi kemarin. Hasilnya, sisa anggota tubuh korban yang sebelumnya hilang berhasil ditemukan.
Pertama tangan sebelah kiri ditemukan sekitar 75 meter dari sebelah timur pukul 06.00. Lalu jarak 5 meter tangan sebelah kanan, kemudian jarak dua meter lagi ditemukan dua tulang rusuk korban. Sedangkan untuk kepalanya ditemukan siang kemarin pukul 14.00 tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Sisa potongan tubuh tersebut, kemarin langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.(agp)
Perangkat Desa Akui Punya Hubungan Khusus
DIPERIKSA : R perangkat desa yang memiliki hubungan khusus dengan Yaona diperiksa di Mapolres Malang.

SEMENTARA itu, sampai kemarin polisi masih belum menyimpulkan siapa identitas mayat wanita tersebut. Kendati keluarga dan warga sudah meyakini bahwa mayat itu adalah Yaona Miatisari. Begitu juga dengan penyebab kematiannya, apakah benar korban pembunuhan.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya masih menyelidiki kasusnya. Dia mengatakan, bahwa keluarga boleh meyakini bahwa mayat wanita itu adalah Ona. Tetapi polisi yang tidak mau salah harus menunggu bukti petunjuk. Yaitu hasil tes DNA antara Wakijan (orangtua Ona) dengan mayat wanita itu.
“Tes DNA ini harus dikirim ke Jakarta dan menunggu beberapa hari. Karena untuk menguji DNA mayat yang sudah tidak ada darahnya, hanya bisa di Jakarta,” ujar Aldy Sulaeman.
Begitu juga dengan penyebab kematiannya, polisi masih menunggu hasil otopsi dari Forensik RSSA Malang. Karena untuk mengetahui penyebab kematiannya, mayat wanita itu harus diotopsi luar dan dalam. “Dari hasil otopsi dan tes DNA nanti, baru bisa disimpulkan penyebab kematian termasuk dugaan siapa pelakunya,” katanya.
Bagaimana dengan R perangkat desa yang dicurigai sebagai pelakunya?, Aldy mengakui sudah mengamankan R. Hanya diamankannya R tersebut untuk menghindari amuk massa, karena warga meyakini bahwa Ona dibunuh oleh R. Bahkan R juga sudah dimintai keterangannya.
“Untuk statusnya adalah masih sebatas saksi. Dan dari pemeriksaan, dia tidak mengakui melakukan pembunuhan terhadap Ona. Namun R memang mengakui menjalin hubungan khusus dengan Ona,” paparnya.
Pantauan Malang Post, R yang memakai baju warna hijau dirangkap dengan jaket hitam, terlihat tegang. Dia duduk di ruang Unit III Reskrim Polres Malang membaca keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Usai dibawa BAP tersebut kemudian ditandatangani. (agp/aim)