Warga Bekuk Komplotan Rampok Antar Kota

ABG korban perampokan, Mega Larasati, masih tidak menyangka, jika dirinya menjadi sasaran komplotan rampok antar Kota.
Perempuan yang belum genap 17 tahun, warga Dusun Laju Desa Bandarejo Kecamatan Ngantang itu, mengaku tidak curiga sedikitpun, kepada tiga orang, yang sama-sama berdiri di dalam bus jurusan Kediri-Malang.
‘’Ketika itu, dompet saya taruh di tas. Memang ada tiga pria juga berdiri. Saat sampai di pemandian Dewi Sri mereka meminta turun. Selang berapa menit, kondektur meminta saya melihat dompet saya. Ternyata sudah tida ada. Beruntung uang lainnya saya taruh berbeda di dalam tas,’’ katanya kepada Malang Post, seusai dimintai keterangan di Mapolsek Pujon, Senin (11/11) kemarin.
Kebetulan, warga yang saat itu kerja bakti di sekitar pemandian Dewi Sri, melihat gelagat tiga pria yang baru turun dari bus. Mereka terlihat mencurigakan. Langsung saja, warga mengejar pelaku, yang pindah naik mobil Kijang Innova, nopol L 1184 QT.
Pelaku baru berhasil dicegat, saat memasuki jalan Klemuk Pedukuhan Songgoriti Kelurahan Songgokerto Kota Batu. Sempat adu mulut dan saling pukul dengan warga, akhirnya lima pelaku itu digelandang ke Polsek Pujon oleh warga dan pihak Kepolisian.
‘’Kami dan polisi berhasil menangkap pelaku sekitar pukul 12.00 WIB di jalan Klemuk. Ketika diperiksa, ternyata benar adanya barang bukti milik korban. Ada uang Rp 60 ribu dan kartu pelajar,’’ kata Vicky Dimas, salah satu warga yang ikut melakukan pengejaran tersebut.
Lima pelaku yang tertangkap, Riko Lutfianto (24) warga Desa Krembun Kecamatan Dampit, Hendi Setyawan (28) Desa Karangduren Pakisaji, dan Slamet Kurniawan (23) warga Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang yang berperan di lapangan. Sedangkan, Semedi Santoso (32)  warga Gadang dan M.Faizal (19) warga Kelurahan Mergosono, sebagai sopir dan kernet.
‘’Kami terpaksa melakukan hal ini karena sudah kehabisan uang untuk beli bensin,’’ aku Riko, salah satu pelaku.
Sebaliknya, Semedi Santoso dan Faizal mengaku tidak tahu apa-apa terkait perampokan tersebut. Pengakuan ketiga temannya, mereka ingin naik bus dengan alasan lebih nyaman, ketimbang naik Kijang. ‘’Kami tidak tahu apa-. Tahu-tahu warga dan polisi sudah mengejar kami,’’ ungkap keduanya dengan nada sedih.
Kapolsek Pujon, AKP Pujiyono mengatakan, mobil yang dikendarai pelaku, adalah mobil sewaan. Pelaku, kata Kapolsek, terpaksa melakukan aksi ini karena kehabisan uang dan juga baru kali pertama melakukan aksi tersebut.
Tapi saat digeledah, ternyata ditemukan barang bukti 6 ponsel berbagai merk, satu kamera, lima lembar karcis bus dan uang total Rp 97 ribu serta satu besi berukuran panjang.
‘’Kami masih melakukan pemeriksaan lebih dalam. Tapi dilihat dari modus pelaku, mereka sudah berpengalaman melakukan aksi seperti ini,’’ jelas mantan Kabagops Polres Batu itu.
Para pelaku nantinya akan diserahkan ke Polres Batu. Kepada kelima perampok itu, Bakal disangkakan pasal 362 dengan hukuman maksimal 5 tahun. (mik/avi)