40 Pendekar Silat Keroyok Warga, 5 Orang Ditangkap Polisi

MALANG POST - Sekitar 40 pendekar dari salah satu perguruan silat yang berlambang hati di Kabupaten Bojonegoro melakukan pengeroyokan Senin( 11/11) malam. Saat ini, ada lima orang yang ditangkap aparat kepolisian. Lima orang pendekar itu diduga turut serta melakukan pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Joes Indra Lana Wira mengatakan, sebanyak 40 pendekar silat itu sebelumnya diduga telah terorganisir untuk melakukan pengeroyokan. "Karena 40 pendekar yang mengendarai 20 motor itu plat nomor polisinya sudah disamarkan semua," ujarnya, Selasa (12/11/2013).
Segerombolan pendekar yang terorganisir itu masih menggunakan seragam perguruan silat, serta beberapa atribut seperti bendera. Selain itu mereka juga diindikasi membawa senjata tajam. Saat sebelum melakukan pengeroyokan para pendekar itu melakukan pengesahan di markasnya yang ada di Jalan Kolonel Sugiono, Bojonegoro.
Belum diketahui secara pasti motif para pelaku melakukan pengeroyokan. Kini lima pendekar yang diamankan masih dimintai keterangan lebih lanjut. "Kita masih memeriksa lima pemuda yang diduga ikut serta. Jadi belum diketahui pasti motif pelaku melakukan pengeroyokan," ujarnya.
Seperti diketahui, aksi pengeroyokan yang dilakukan segerombolan pendekar itu terjadi didua titik. Akibatnya ada empat korban yang mengalami luka-luka, bahkan satu korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena mengalami luka di bagian kepala dan paha akibat sabetan benda tajam.
Salah seorang korban Zainul Ihwan (22) pemuda asal Desa/Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Aisyah Bojonegoro setelah diserang sekelompok pemuda yang beratribut perguruan silat yang berlambang hati itu. Serta korban Didik Suwanto juga alami luka ringan.
Pengeroyokan terjadi sekitar pukul 22.30 Wib, kemarin malam. Pelaku pertama melakukan pengeroyokan terhadap warga yang sedang nongkrong diwarung kopi yang berada di depan kantor Panwaskab Bojonegoro yang berada di Jalan Truno Joyo, kemudian dilanjutkan di Jalan Panglima Sudirman. "Pelaku yang mengendarai motor itu tiba-tiba menyerang warga yang sedang ngopi dan langsung pergi. Akibatnya empat korban luka dan pelaku juga merampas HP korban," ungkapnya.
Sesaat kemudian petugas yang mendapat laporan adanya tindak pengeroyokan langsung melakukan pengejaran. Antara petugas dengan pelaku sempat terjadi kejar-kejaran. Alhasil lima pelaku berhasil diamankan setelah sempat dilakukan tembakan peringatan. Sementara pelaku lain berhasil melarikan diri. "Para pelaku yang mengetahui kedatangan petugas langsung semburat," ungkapnya.
Kelima pendekar yang diamankan di Mapolres Bojonegoro itu yakni, Imam Wakhid, Hendri Hermawan, Ardi Juansah, Afif Safrudin dan Kismawan. Kelima pelaku yang diamankan itu terancam pasal 170 KUHP tentang Tindak Kriminalitas Pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (jpnn/bj/udi)