Suami Ditangkap, Istri Wartawan Kubur Diri

MALANG POST - Keluarga John Henry Peuru kembali melakukan aksi kubur diri di depan Komisi Nasional dan Hak Azasi Manusia (Komnas HAM). Aksi kubur diri itu, untuk memprotes tindakan Polda Sulawesi Utara yang menangkap Henry atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap peserta konvensi calon Capres Partai Demokrat Harry Sinyo Sarundajang.
Henny Kawung dan Risa Christi Peuru telah melakukan aksi tersebut sejak pagi hingga menjelang tengah hari. Mereka berdua dikubur dan ditaburi bunga sebagai simbol perlawanan atas penangkapan Henry.
Tak hanya itu, Henny Kawung dan Risa Christi Peuru turut didukung oleh, beberapa Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM), mereka juga melakukan orasi di Jalan Latuharhary dan membawa kotak sumbangan bagi para pengguna jalan yang bersimpati dan mengulurkan bantuan bagi Henny dan Raisa. "Untuk keperluan sehari-hari keluarganya di sana dan juga teman-teman. Mereka perlua biaya. Tapi sumbangan itu sebagai alternatif dana dan berupa aksi simpatik saja," kata Ketua LSM Gonas, M Egi Sabri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/12/2013).
Untuk diketahui, Henny beserta tiga anaknya sudah tiga pekan tinggal di emperan Komnas HAM. Mereka meninggalkan rumah mereka yang berada di Pamulang. Henry adalah seorang wartawan 'Jejak' yang ditahan kepolisian daerah Sulawesi Utara pada 18 Oktober 2013.
Penangkapan dan penahanan tersebut dilakukan berdasarkan adanya pengaduan Gubernur Sulawesi Utara, Harry Sinyo Sarundajang. Pengaduan yang sama dengan pelapor dan pokok perkara yang sama sebelumnya pernah diadukan ke Polda Metro Jaya dan saat ini sedang diperiksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Perseteruan antara Sinyo Sarundajang dan Henry buntut dari proses panjang dimulai dari proses pembunuhan terhadap Oddi A. Manus pada tahun 2005 dan kasus penculikan terhadap Toar Tangkau pada tahun 2007.
Dalam investigasi yang dilakukan Henry bersama rekannya, mereka sering mendapat hambatan dan diculik oknum kepolisian dan difitnah terlibat dalam peredaran senjata sehingga dicari oknum yang mengaku dari Densus 88 Sulawesi Tengah, kini Hendry tengah ditahan Polda Sulawesi Utara. (jpnn/udi)