Salahi Prosedur, Kapolres dan Kejari Di-Praperadilan

PRAPERADILAN: Ferry Kristiawan, Arief Agus Nindito dan Joni Irawan usai sidang perdana praperadilan di PN Malang.

MALANG- Dianggap tidak menjalankan prosedur dalam menahan seorang tersangka, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto, SIK, M.Hum  dan Kejari Kota Malang, Munasim, SH dipraperadilankan. Kemarin, sidang perdana praperadilan tersebut mulai digelar di PN Kota Malang, dengan hakim tunggal, Eko Wiyono, SH, MH. “Kedua pejabat tersebut, dianggap tidak sah dalam proses penahanan lanjutan klien kami berinisial Dra. LI, yang tinggal di Jalan Raya Langsep Malang,” tutur Arief Agus Nindito, SH, M.Hum, salah satu anggota tim penuntut praperadilan tersebut.
“Klien kami ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus memberikan keterangan palsu dalam data autentik. Pertama, keluarga klien kami sudah menerima tembusan surat penahanan dari Polres Malang Kota, tertanggal 10 Oktober 2013. Namun dengan alasan masih belum selesai disidik, penahanannya diperpanjang,” lanjut dia. Sayangnya, papar Arief, sampai saat diajukan tuntutan praperadilan ini, keluarga Dra LI tidak pernah menerima surat perintah perpanjangan penahanan untuk selama 40 hari.
“Tapi pihak keluarga hanya menerima surat perpanjangan penahanan nomor 2129/RT.2/Epp.1/10/2013 tanggal 29 Oktober 2013 yang justru dikeluarkan oleh Kejari Malang,” ungkap Arief. Itupun, menurutnya, identitas kliennya banyak yang keliru. Seperti umur dan tanggal lahir serta tempat tinggal. “Umur yang seharusnya 24 September 1972 namun tertulis 21 Oktober 1982. Alamat yang seharusnya Jalan Raya Langsep, tertulis Jalan Danau Sentani Timur. Ini kan nggak benar,” tegas dia.
Arief juga mengungkapkan, penahanan yang dilakukan terhadap Dra. LI juga berlawanan dengan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, Pasal 45 ayat 1 yang menyatakan, penahanan wajib dilengkapi surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh penyidik ataupun atasan penyidik selalu penyidik. “Atas dasar itulah, melalui hakim di PN Kota Malang, kami meminta agar klien kami dibebaskan,” pintanya.
Menanggapi tuntutan praperadilan itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK, mengaku bila pihaknya sudah memproses surat perpanjangan penahanan terhadap tersangka LI. “Masih proses pengajuan ke jaksa penuntut umum. Tapi kita tunggu saja hasil sidangnya bagaimana. Namun yang perlu dikekahui, praperadilan itu menjadi mekanisme dalam hukum,” tegasnya. (mar)