Polisi Ambil Sample Darah Keluarga Yaona

AKP Muhammad Aldy Sulaeman

Pastikan Bukan Korban Mutilasi
KEPANJEN – Kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir terus diselidiki polisi. Termasuk mengungkap siapa identitas sosok mayat wanita yang ditemukan di sungai dasar jurang. Apakah memang Yaona Miatisari yang sempat hilang 46 hari lalu atau ada identitas lain.
Kemarin, penyidik Reskrim Polres Malang yang mengambil alih kasus dugaan pembunuhan, mengambil sample darah dari dari orangtua Yaona, yakni Wakijan serta kakak kandung Yaona.
“Kedua sample darah keluarga Yaona tersebut, dikirim ke Jakarta untuk kemudian dicocokkan dengan darah mayat wanita tersebut. Apakah cocok dan benar mayat itu adalah Yaona, seperti yang diakui keluarganya. Namun untuk hasilnya baru bisa diketahui sepekan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Bagaimana dengan hasil otopsi dari kamar jenazah RSSA Malang?, mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, mengatakan bahwa untuk hasil otopsi, baru akan dikirim secara resmi pada Senin (18/3). Namun hasil penyelidikan sementara, dipastikan bahwa mayat itu bukan korban mutilasi.
“Kalau untuk soal hasil otopsi masih menunggu keterangan surat resmi dari dokter forensik RSSA Malang yang baru akan diberikan kepada kami  Senin depan,” ujarnya.
Sementara tentang nasib R, perangkat desa yang diduga warga sebagai pelaku pembunuhan, sampai kemarin masih di Polres Malang. Sifatnya dia bukan diamankan, tetapi mengamankan diri. “Yang bersangkutan meminta pengamanan, karena mau kembali ke rumah, situasi desanya masih panas,” katanya.
Sekedar diketahui, Warga Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, siang kemarin gempar dengan penemuan sesosok mayat wanita di sungai dasar jurang yang tidak utuh lagi jasadnya. Korban yang diperkirakan masih usia muda tersebut, diduga adalah korban pembunuhan yang kemudian dibuang di jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter.
Dugaan sementara, mayat wanita tersebut bernama Yaona Miatisari, 23 tahun, warga sekitar yang hilang sejak 46 hari lalu. Indikasi tersebut, dari kemiripan pakaian yang masih melekat pada tubuh korban yang dikenali keluarga. Yaitu memakai celana kain ukuran tiga perempat serta jaket switer warna hitam dengan penutup kepala.(agp/aim)