Kakek Bejat Gagahi Anak Angkatnya

Tersangka Kastamun ketika diamankan di Mapolres Malang.

WAGIR – Seorang kakek warga Desa Jedong, Kecamatan Wagir, sejak awal pekan lalu terpaksa harus meringkuk di balik terali besi Mapolres Malang. Kastamun, 68 tahun ini, ditahan karena melakukan perbuatan asusila terhadap anak angkatnya sendiri. Sebut saja namanya Sintia (bukan nama sebenarnya, red) 14 tahun.
Korban yang masih berstatus pelajar SMP ini, disetubuhi sebanyak 10 kali. Perbuatan itu dilakukan di dalam rumah saat kondisi sepi. Akibat perbuatan bejatnya itu, Sintia sempat hamil tiga bulan, sebelum akhirnya keguguran.
“Tersangka Kastamun ini, kami amankan setelah ada pengaduan dari keluarga korban. Dari pemeriksaan, Kastamun mengakui semua perbuatannya. Termasuk pengakuan tersangka yang memberi iming-iming akan membelikan HP korban, jika mau melakukan persetubuhan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Menurut pengakuan Kastamun, perbuatan bejat yang dilakukannya tersebut kali pertama terjadi saat Sintia masih SD. Korban yang waktu itu pulang sekolah, meminta pijit tersangka dengan alasan capek usai olahraga. Saat memijiti itulah, Kastamun yang terangsang birahinya langsung menggerayangi dan menyetubuhi korban.
Perbuatan tak senonoh itu dengan mudah dilakukan, karena mereka tinggal di rumah hanya berduaan. Karena merasa perbuatan pertamanya tidak terbongkar, akhirnya terus dilakukan sampai terhitung sepuluh kali hingga Sintia hamil. “Saya khilaf dan minta maaf. Sebetulnya Sintia anak angkat saya, dan sudah saya anggap anak sendiri sejak orangtuanya meninggal,” tutur Kastamun.
Sementara terbongkarnya perbuatan Kastamun ini, berawal saat Sintia mengalami pendarahan. Kastamun yang melihat itu, berusaha menolong dengan membawa Sintia ke bidan desa. Tetapi karena bidan desa tidak ada di tempat, Kastamum lalu berniat membawanya ke rumah sakit. Belum sampai ke rumah sakit, Sintia mengalami keguguran.
Untuk menghilangkan aib, orok janin tersebut dikubur di makam umum desa setempat. Selanjutnya, setelah kasus persetubuhan terkuak, Senin lalu polisi yang menduga ada praktek aborsi, membongkar makam orok tersebut untuk dimintakan visum di RSSA Malang. Sementara Kastamun yang diamankan di rumahnya, langsung digelandang ke Mapolres Malang dan dijebloskan dalam penjara.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 81 dan 82 UU Nomer 23 tahun 2002, tentang perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas Aldy Sulaeman.(agp/aim)