Jengkel, Asisten Koki Bacok Manajer

Peristiwa menggegerkan terjadi di Batu Suki Resto, Jalan Bukit Berbunga, Sidomulyo Kota Batu, Rabu (13/11) pagi kemarin. Lie Chou Siung alias Dani, Manajer Resto yang menyediakan masakan khas Jepang tersebut, dihajar oleh bawahanya, Budi Santoso, menggunakan pisau.
Akibat kejadian itu, manajer berusia 45 tahun yang tinggal di Jalan Gatot Subroto Kecamatan Blimbing Kota Malang ini, mengalami luka serius.
Telinga kirinya nyaris putus. Beberapa bagian tubuh lain, juga mengalami luka. Seperti kepala bagian belakang, bahu kiri, jempol kiri dan punggung. Korban sempat dirawat di RS Hasta Brata Batu sebelum dirujuk ke RS Panti Nirmala Kota Malang.
Pelaku yang masih berusia 24 tahun, yang diketahui tinggal di Jalan Mergan Kelurahan Kecamatan Sukun Kota Malang, langsung kabur setelah peristiwa sadis tersebut. Hingga sore kemarin, polisi masih terus mencari Budi.
Dugaan sementara, Budi nekat menghajar sang manajer, menggunakan pisau, karena dendam. Dari keterangan saksi-saksi, yang diperiksa polisi, pelaku sempat dimarahi karena urusan pekerjaan.
Dani, meminta Budi untuk cepat-cepat menyelesaikan sup pesanan, karena sudah ditunggu tamu. Namun Budi malah nggrundel. Budi sendiri, sehari-hari adalah asisten koki di restoran tersebut.  
‘’Sekitar pukul 06.00, Pak Dani meminta Budi cepat-cepat menyediakan sup, karena sudah ditunggu tamu. Budi langsung nggrundel, katanya tamu belum datang sudah minta sup,’’ tegas salah satu saksi ketika diperiksa petugas kepolisian.
Sekitar pukul 08.00, Budi sempat bertanya kepada salah satu karyawan lain. Apakah Dani yang ketika itu pakai baju biru, masih berada di dapur. Setelah bertanya, Budi lebih banyak berdiam diri di dekat pintu dapur.
Tidak lama kemudian, Dani keluar dari dapur. Tidak jauh dari pintu keluar itu, Budi langsung menghajar manajer, menggunakan pisau dapur.
Dani sempat berlari ke lokasi parkir, namun Budi terus mengejar dan menghujani tubuh Dani dengan pisau. Dani sendiri sempat menangkis, sehingga mengalami luka-luka di tangan.
Melihat korban mulai jatuh berlumuran darah, Budi langsung berlari meninggalkan Batu Suki.
‘’Kami tahu, Pak Dani keluar dari belakang sambil minta tolong. Saat itu, dia sudah berlumuran darah. Terbanyak di bagian kepala. Kami panik kemudian membawanya ke RS Hasta Brata,’’ ungkap Iksan, Satpam Batu Suki Resto.
Ketika karyawan yang lain membawa Dani ke rumah sakit, karyawan lainnya ada yang melaporkan kasus tersebut. Sayangnya, ketika polisi sampai di TKP, Budi sudah tidak lagi terlihat. Hingga berita ini ditulis, Budi masih dalam pencarian.
 ‘’Berdasarkan keterangan saksi, pelaku melarikan diri kearah selatan menggunakan motor Suzuki Satria. Kami menduga, dia kabur ke arah Malang karena rumahnya di Malang,’’ ungkap AKP Slamet Riadi, Kapolsek Batu.
Pihaknya sudah mengantongi data pelaku, berdasarkan lamaran yang diberikan pelaku kepada manajemen Resto. Alamat, ciri-ciri hingga foto sudah lengkap. Berbekal dengan data tersebut, petugasnya terus melakukan pencarian terhadap Budi.
Dengan data yang sudah ada itu, kata dia, pihaknya optimis mampu menangkap pelaku cepat atau lambat. Dia juga berharap, Budi lebih kooperatif dengan menyerahkan diri ke Mapolsek Batu atau kantor polisi lain tempat.
Dari data yang didapat, Budi Santoso sudah empat tahun bekerja Batu Suki Resto. Karena sudah cukup lama bekerja di restoran tersebut, dia diangkat menjadi asisten koki.
Meski sudah lama bekerja di Batu Suki, dia memiliki profil yang kurang bagus dimata manajemen maupun karyawan lain. Dia sering bertengkar dengan karyawan lain, hanya untuk urusan sepele. Bahkan kali ini, dia malah berani menghajar manajernya sendiri. Budi sering bertengkar dengan pramusaji karena pesanan makanan sering terlambat.
‘’Dia tidak hanya sekali ini berbuat ulah. Dulu dia bertengkar dengan pramusaji. Dia sering ngomel-ngomel juga kepada waiters kalau ditegur. Keteranganya seperti itu,’’ tegas Slamet. (feb/man)