Amankan Diri ke Mapolres, Rabut Sangkal Tuduhan Warga

KEPANJEN – Dugaan kematian Yaona Miatisari, warga Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir yang dikaitkan dengan Rabut, perangkat Desa Kalisodo, dibantah Rabut. Dia mengakui jika memiliki hubungan khusus dengan korban, tapi tidak mengetahui tentang hilangnya Yaono, hingga ditemukan tewas mengenaskan.
Untuk menghindari amuk massa yang menuduhnya membunuh Yaona, Rabut saat ini memilih untuk mengamankan diri di Mapolres Malang. Kepada Malang Post saat ditemui di kantin Polres Malang, Rabut yang memakai jaket warna biru, mempertegas bahwa dirinya tidak ada hubungannya dengan kematian Yaona. Bahkan, dia juga tidak mengetahui apakah mayat yang ditemukan dengan kondisi bagian tubuh terpisah itu, adalah Yaona.
“Kalau soal hilangnya Yaona dan pembunuhan itu saya tidak tahu. Sumpah saya tidak ada hubungannya,” tutur Rabut kepada Malang Post, kemarin.
Namun, Rabut tidak mengelak jika dia dituduh menjalin asmara dengan Ona, panggilan akrab Yaona. Dia mengakui telah menjalin hubungan sejak sekitar enam bulan lalu. “Hubungan itu terjalin setelah kami kenal lewat HP,” ujarnya.
Apakah pernah melakukan hubungan yang lebih dengan Ona?, perangkat desa bagian kepetengan (keamanan) ini mengaku tidak pernah. Hubungannya dengan Ona diakui hanya sebatas obrolan lewat telepon dan ketemuan saja. Dia mengaku terakhir kali bertemu dengan Ona, pada 12 Oktober.
“Kami saat itu janjian ketemuan malam hari di sekitar tower, yang lokasinya di belakang rumah, tidak jauh dari rumah Ona. Ketika bertemu itu, dia (Ona, red) bilang supaya saya tidak berselingkuh lagi. Maksudnya dia minta mengakhiri hubungan kami,” paparnya.
Lantas jika tidak bersalah kenapa tidak pulang?, Rabut mengaku kalau dirinya takut dan tidak berani untuk pulang. Itu karena keluarga dan warga desa sudah menaruh dendam kepadanya. Keluarga dan warga menuduh kalau Rabut adalah pelaku pembunuhan terhadap Ona. Karena ada saksi yang melihat kalau Rabut yang terakhir kali bersama Yaona. Dan keberadaan Rabur di Polres Malang, untuk meminta pengamanan.
Sekedar diketahui, untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan sekaligus mengungkap identitas mayat wanita yang ditemukan di sungai dasar jurang, kemarin Polres Malang mengambil sample darah keluarga Yaona untuk dicocokkan dengan sample darah mayat wanita. Pasalnya, keluarga meyakini bahwa mayat itu adalah Yaona dari barang bukti pakaian yang ditemukan di sekitar TKP penemuan.(agp/aim)