Wakil Ketua PPLP PT PGRI Dipolisikan

MALANG– Wakil Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI, Dr Christea Frisdiantara, Ak.MM dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang Kota, kemarin. Dia diduga melanggar Pasal 266 KUHP tentang memberikan keterangan palsu dalam akta autentik No 90 tanggal 28 Januari 2013, untuk mengelola Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).
Laporan tersebut dilakukan mantan Pembantu Rektor I Unikama, Prof Dr Ir Tries Edy Wahyono. Didampingi Sumardhan, SH, kuasa hukumnya, Tries mengatakan bila di dalam akta yang dibuat di hadapan notaris Benediktus Bosu, SH, terdapat namanya. “Saya sendiri sebagai dewan pengawas, selama ini tidak pernah diundang maupun datang,” tuturnya.
Selain dia, dua pendiri PPLP PT lainnya, Amir Soetedja dan Hadi Sriwijana tidak pernah diundang. “Padahal, mereka ini pendiri sekaligus anggota PPLP PT. Intinya, dalam pembuatan akta No 90, kedua pendiri ini tidak pernah dilibatkan,” ungkapnya.
Tries bahkan mengatakan, Christea Frisdiantara dan Abdul Bakar Tunsiawah yang menghadap ke Notaris hanyalah anggota pengurus dan staf biasa. “Tentunya sebagai  anggota pegurus, keduanya tidak memiliki hak menghadap Notaris untuk membuat akta. Di dalam akta No 90 itu, dia menyebut sebagai anggota. Itu bertentangan dengan akta sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka hanyalah karyawan biasa,” tambah Sumardhan.
Dijelaskan dalam akta itu pula, tanggal 12 Januari 2013 telah dilakukan rapat umum anggota badan pengawas perkumpulan. “Akta yang dibuat diduga digunakan untuk menguasai, menanfaatkan rekening dan mengelola Unikama. Klien saya berharap polisi bertindak tegas mengusut masalah ini,” pungkas dia. Sementara itu, Christea yang dikonfirmasi semalam mengaku, merasa aneh dan lucu terhadap laporan terhadap dirinya di Polres Malang Kota. Dia balik mempertanyakan motivasi dibalik laporan tersebut.
“Saya merasa aneh. Dia (Tries) pengawas di PPLP PT. Dan akta  itu sudah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI sejak Mei 2013 lalu. Kenapa baru sekarang mempersoalkan?” tanyanya.
Cristea mengatakan, sebenarnya pelapor mengetahui tentang perubahan akta, sebab Tries adalah salah satu pengawas PPLP.  “Saya melihat laporan itu sangat tendensius terhadap diri saya. Kenapa yang dilaporkan hanya saya? Sementara saya hanyalah seorang anggota di PPLP PT,” terangnya.
Dia balik menduga, laporan Tries hanyalah pengalihan isu. Sebab kata dia, ayah Tries yakni AS, mantan rektor Unikama sedang jadi tersangka yang ditetapkan oleh Kejari Kota Malang. (van/mar)