Palsukan Surat Tanah, Kades Pandansari Jadi Tersangka

Tersangka Heppy Rikrik Kristianto

PONCOKUSUMO - Mantan Kepala Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo, Ahmad Yazid kesandung kasus. Pria berusia 50 tahun ini,  ikut dijadikan tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Malang dalam kasus pemalsuan surat tanah yang merugikan korbannya hingga Rp 6,5 miliar. Bahkan berkas kasus Yazid, sudah pelimpahan tahap satu di Kejaksaan Negeri Kepanjen.
"Yazid mantan Kades Pandansari sudah kami jadikan tersangka terkait kasus pemalsuan surat. Berkasnya sudah pelimpahan tahap satu. Saat ini kami masih melengkapi berkasnya untuk selanjutnya pelimpahan tahap dua minggu depan," ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Meski status Yazid sudah sebagai tersangka, namun dalam kasus ini Yazid tidak dilakukan penahanan. Itu karena mengingat sebelumnya dia masih menjabat sebagai Kades dan baru nonaktif awal November ini.
"Untuk Yazid memang tidak kami lakukan penahanan. Dia kami wajibkan lapor setiap hari senin dan kamis. Ketika nanti berkas yang kami limpahkan ke kejaksaan sudah P21 (lengkap), dia bersama barang buktinya akan kami serahkan ke Kejaksaan," ujar Aldy.
Menurut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, keterlibatan Yazid dalam kasus pemalsuan surat tanah ini, berawal dari laporan kasus pemalsuan surat tanah yang dilaporkan Gunadi Santoso, warga Tambakasri, Surabaya. Laporan masuk di Polres Malang pada 18 Januari 2013.
Dari laporan tersebut penyidik Reskrim yang menangani menetapkan Heppy Rikrik Kristianto, warga Waru-Sidoarjo sebagai tersangka pada September 2013. Heppy merupakan teman dekat Gunadi, yang sebelumnya diberi kuasa untuk menjualkan tanah seluas 26 hektare di Desa Pandansari Poncokusumo.
Namun kepercayaan yang diberikan Gunadi, justru dimanfaatkan oleh Heppy. Dia bekerjasama dengan Yazid merubah surat tanah dengan kutipan letter C atas namanya dengan ditandatangani oleh Yazid. Selanjutnya setelah dirubah, tanah dijual kepada seorang warga Gresik senilai Rp 3,7 miliar. Uang tersebut dipakai sendiri dan sebagian diberikan kepada Yazid.
Berangkat dari keterangan yang disampaikan Heppy itulah akhirnya polisi ikut menjadikan Yazid sebagai tersangka. "Dia (Yazid) ikut jadi tersangka karena menerima hadiah dari tersangka Heppy. Yaitu diberangkatkan umroh, dibelikan mobil serta diberi sejumlah uang untuk menutupi kasus ini. Sedangkan untuk berkas tersangka Heppy, Selasa depan pelimpahan tahap kedua ," papar Aldy.(agp/aim)