Polisi Dilempar Bom di Mojokerto

MALANG POST  - Upaya polisi menangkap komplotan perampok yang biasa beraksi di Mojokerto mendapat perlawanan. Seorang pelaku melempar bondet (bom ikan) dan menembakkan air softgun ke arah polisi.
Menurut Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika, semula polisi bermaksud menangkap para perampok SPBU di Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, yang terjadi Minggu (10/11/2013) lalu.
Polisi yang sudah mengetahui identitas perampok SPBU, melakukan pengintaian di salah satu kawasan di Pasuruan dalam beberapa hari terakhir. Saat mendapat laporan jika komplotan perampok menuju ke arah Mojokerto, anggota Satuan Reskrim Polres Mojokerto disiagakan untuk menghadang sekaligus menangkap pelaku.
Tepat di kawasan bukit kapur, perbatasan Watu Kosek, Gempol, Pasuruan dan Kecamatan Ngoro, Mojokerto, polisi melakukan penyergapan sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu (16/11/2013).
Saat itu para terduga perampok berjumlah empat orang naik dua sepeda motor. Saat tahu polisi menghadang, salah seorang pelaku melempar bom ikan dan menembakkan pistol air softgun ke arah polisi, namun meleset. Tak ingin buronan kabur, polisi lalu menabrak salah satu sepeda motor Supra tak bernopol yang ditumpangi pelaku.
Dua terduga perampok yang naik sepeda motor terjatuh. Seorang pelaku bisa kabur naik sepeda motor berboncengan dengan dua terduga perampok. Sementara pelaku yang terjatuh akhirnya ditembak polisi di bagian kaki, karena berupaya membacok polisi dengan sebilah celurit. Terduga pelaku bernama Agus (23), asal Grati, Pasuruan.
Polisi lalu membawa Agus ke RSUD Soekandar, Mojosari. Dibantu warga, polisi masih memburu pelaku. Dari lokasi penyergapan, polisi menyita sepeda motor Supra tanpa nopol, satu pistol beserta amunisi air softgun dan dua celurit.
"Identitas ketiga pelaku yang kabur sudah kami ketahui," kata Gede Suartika, kemarin.(dct/ary)