Diwarnai Kejar-kejaran, Ketua PNPM Ditangkap

MALANG POST - Aksi kejar-kejaran mewarnai penangkapan seorang pelaku terduga korupsi di Situbondo, Senin (18/11/2013). Sudarto (56), berusaha kabur dengan sepeda motornya saat hendak dibekuk anggota Unit Resmob Polres Situbondo.
Ketua PNPM Desa Paowan Kecamatan Panarukan itu baru menyerah setelah polisi berhasil memepet sepeda motornya di jalan Dusun Maklum Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan.
Penangkapan Sudarto di jalan dusun itu sempat mengundang reaksi warga yang melihat karena mengira yang dibekuk pelaku curanmor. Beruntung, polisi bertindak sigap dan langsung mengamankan Sudartok ke Mapolres sebelum akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo. "Dia tiga kali mangkir dari panggilan. Makanya sejak itu kami tetapkan sebagai DPO dan kami minta bantuan polisi untuk menangkapnya," kata Sugeng Riyadi, Kasi Intel Kejari Situbondo.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sudarto diduga terlibat korupsi dana PNPM Desa Paowan, senilai Rp 90 juta. Dana yang sedianya untuk program pinjaman bergulir atau Unit Ekonomi Produktif (UEP) tahun 2008 hingga 2010 lalu itu diketahui tidak masuk lagi ke kas PNPM.
Tindakan ini baru terkuak setelah ada pergantian pengurus baru PNPM Desa setempat, pada tahun 2010 lalu. Setelah dilaporkan dan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui dana pinjaman itu sudah dikembalikan lagi ke kas PNPM oleh peminjam. Namun saat dilakukan pergantian pengurus dana kas PNPM itu ternyata sudah kosong.
Sejak ditetapkan tersangka Sudarto tidak pernah menghadap lagi ke penyidik Kejari. Termasuk beberapa kali mangkir dari panggilan, hingga pihak Kejari meminta bantuan polisi untuk menangkapnya. "Kami juga sudah mendatangi rumahnya, tapi selalu tidak ada," tandas Kanit Resmob Polres Situbondo Aiptu Jujuk.
Puncaknya terjadi saat polisi memergoki Sudarto mengendarai sepeda motor di Jalan Desa Sumberkolak. Tak ingin kehilangan buruannya, anggota resmob pun langsung mencegat Sudarto. Bukannya berhenti, Sudarto malah langsung tancap gas menuju arah selatan ke jalan Dusun Maklum, Desa Sumberkolak. Melihat buruannya berusaha kabur polisi pun langsung mengejarnya. "Yang pasti akan kita periksa dulu. Apakah akan ditahan atau tidak, kita lihat nanti saja," pungkas Sugeng Riyadi. (jpnn/dtc/udi)