Giliran Rumah Warga Polehan Ambruk

Rumah roboh, sedang membayangi warga Kota Malang. Setelah di Jalan Musi, kemarin giliran sebuah rumah di Jalan Kresno 18,  RT 04, RW 01, Kelurahan Polehan, Blimbing, ambruk dan tak berbentuk. Beruntung kejadian itu tak memakan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi Senin (18/11) dini hari, sekitar jam 01.00 WIB. Awalnya, plafon berjatuhan. Lalu atap rumah ambruk. Tanda-tanda ambruknya atap rumah milik Hadi Purnomo, mulai dirasakan Minggu malam sekitar jam 23.00 WIB.
‘’Saat saya mau tidur, terdengar suara kreeek… kreeek. Saya lihat ke dapur, ternyata plafon ambrol,” kata Hadi Purnomo.
Merasa tak aman, ia membangunkan istrinya, Miang dan anaknya yang sudah tidur di kamar. Saat itu juga, sekeluarga keluar rumah sembari mengevakuasi perabotan yang bisa diselamatkan.
Tak lama setelah mengevakuasi perabotan bersama warga, atap  rumah tua yang dibangun sejak tahun 1961 itu roboh. Rumah tersebut memang diprediksi tak tahan hujan disertai angin yang terjadi pada Minggu malam.
Hanya saja, sampai berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah kerugian yang ditanggung akibat peristiwa tersebut. Pihak keluarga masih menghitung jumlah kerugian yang dialami.
Darsono, warga sekitarnya mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan, warga sempat melarang pemilik rumah untuk masuk lagi ke dalam rumah tersebut sesaat akan ambruk.
Warga khawatir, keselamatan penghuni rumah. Agar tak membahayakan rumah disekitarnya, warga juga sempat memasang penompang di rumah yang roboh. Mereka juga gotong royong membantu pemilik rumah. ‘’Sementara pemilik rumah dievakuasi ke keluarganya yang tak jauh dari sini,’’ kata Darsono.
Sementara itu mengetahui rumah warga roboh, Satgas Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang langsung turun tangan.
’’Kami dibantu teman-teman TRC, bertugas mengevakuasi puing bangunan dan menurunkan bagian bangunan yang rusak sehingga tak membahayakan warga dan rumah disebelahnya,’’ jelas Koordinator Satgas Permukiman, Yosep El Kepet.
Sebelum melakukan penanganan, kata Kepet, pihaknya sudah melaporkan kepada DPPUPB tentang kejadian tersebut. Satgas kata dia hanya bertugas melakukan penanganan darurat.
‘’Kami sudah melakukan sterilisasi lokasi, koordinasi dengan PLN agar memutuskan aliran listrik sehingga tak membahayakan warga,’’ katanya.
Kemarin siang, Kepet dan timnya melakukan pembersihan lokasi. Bersama warga dam TRC, mereka mengangkut puing bangunan.
Sebelumnya, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, J Hartono mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan disertai angin yang mulai mengguyur Kota Malang. Imbauan tersebut sudah diberikan kepada warga yang berdomisili dikawasan rawan bencana seperti Muharto dan sekitarnya.
Selain itu, berbagai tim SAR yang berada dibawah naungan Bakesbangpol juga mulai stand by. Mereka bertugas melakukan penanganan dini atau darurat jika terjadi bencana. (van/avi)